BREAKING NEWS
Selasa, 17 Februari 2026

Harga Emas Dunia Melemah di Tengah Penguatan Dolar AS, Pasar Menanti Sinyal Suku Bunga The Fed

Dharma - Selasa, 17 Februari 2026 12:45 WIB
Harga Emas Dunia Melemah di Tengah Penguatan Dolar AS, Pasar Menanti Sinyal Suku Bunga The Fed
ilustrasi. (Foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Harga emas dunia melemah pada perdagangan Selasa, 17 Februari 2026, di tengah meredanya ketegangan geopolitik dan penguatan dolar Amerika Serikat.

Pelaku pasar kini menanti risalah rapat Januari bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, untuk membaca arah kebijakan suku bunga selanjutnya.

Berdasarkan laporan Reuters, emas spot turun 0,8 persen menjadi 4.953,90 dollar AS per ounce pada pukul 03.45 GMT.

Baca Juga:

Di awal sesi perdagangan, harga sempat terkoreksi hingga 1 persen. Sementara itu, emas berjangka AS untuk pengiriman April melemah 1,5 persen menjadi 4.972,90 dollar AS per ounce.

Kepala Makro Global Tastylive, Ilya Spivak, mengatakan pelemahan harga emas terjadi karena risiko geopolitik tidak berkembang signifikan. Pasar lebih fokus pada risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang akan dirilis pekan ini.

"Risalah rapat FOMC dan sejumlah wawasan mengenai pemikiran Federal Reserve kemungkinan menjadi indikator penting," ujar Spivak.

Dari sisi geopolitik, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan terlibat secara tidak langsung dalam perundingan nuklir antara AS dan Iran di Jenewa.

Di saat yang sama, perwakilan Ukraina dan Rusia kembali bertemu untuk melanjutkan perundingan damai yang dimediasi Washington.

Indeks dolar AS naik 0,2 persen terhadap sejumlah mata uang utama. Penguatan dolar membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga menekan permintaan.

Pelaku pasar juga menanti sinyal penurunan suku bunga. Berdasarkan FedWatch Tool dari CME Group, mayoritas investor memperkirakan penurunan suku bunga pertama berpotensi terjadi pada Juni 2026.

Emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga cenderung lebih diminati saat suku bunga rendah karena biaya peluang memegang logam mulia tersebut menjadi lebih kecil.

Spivak memperkirakan kisaran harga tertinggi jangka pendek berada di sekitar 5.120 dollar AS per ounce. Namun, target berikutnya adalah kembali ke level 5.600 dollar AS atau lebih, mendekati rekor tertinggi baru.

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
KM Intim Teratai Karam di Perairan Pulau Makian, Tim SAR Bergerak Cepat Evakuasi Penumpang
Harga Emas Batangan Antam Kembali Melemah, Ini Daftar Lengkap Harga per Gram dan Pajak Buyback
Prabowo Subianto Bertemu Tokoh Ormas Islam, Topik Masih Dirahasiakan
IHSG Masih Melemah, Jauh dari Level 8.000 di Awal Februari 2026
Koreksi Terbesar dalam 10 Tahun, Emas Antam Anjlok di Awal Februari 2026
Dolar AS Melemah, Rupiah Menguat ke Rp 16.777 di Awal Perdagangan, Investor Waspadai Volatilitas Pasar Valas
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru