JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), mengungkapkan respons Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), terkait kenaikan hargacabai belakangan ini.
Menurut Zulhas, JK tak mempermasalahkan hargacabai yang melonjak karena hal itu justru berdampak positif bagi kesejahteraan petani.
"Pak JK semalam bilang, biar saja cabai mahal. Petani cabai setahun sekali bisa beli baju baru," ujar Zulhas di Kompleks Istana, Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Zulhas menjelaskan kenaikan hargacabai disebabkan oleh faktor cuaca, terutama musim hujan yang berlangsung sejak awal 2026.
Kondisi ini memengaruhi pasokan cabai sehingga terjadi lonjakan harga di berbagai daerah.
Beberapa wilayah, termasuk Yogyakarta, melaporkan kenaikan signifikan, terutama cabai rawit.
Salah satu pedagang di Pasar Beringharjo, Ida, menyebut hargacabai rawit kini berkisar Rp 95.000–100.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp 75.000–80.000.
Sementara cabai keriting merah dan hijau masih relatif stabil.
"Kenaikan cabai rawit sangat fluktuatif, bisa turun naik dalam satu minggu. Selain cabai, sayuran lain juga naik. Brokoli misalnya, harga sudah 'ganti harga' karena stok terbatas dan kualitas barang tidak terlalu bagus," kata Ida.
Pedagang lain, Sutinah, mengonfirmasi fenomena serupa.
"Cabai rawit sekarang Rp 100.000, sebelumnya Rp 80.000–85.000. Dalam satu minggu bisa naik-turun, tapi hari ini sudah Rp 100.000," ujarnya.
Zulhas menegaskan pemerintah terus memantau pasokan pangan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan distribusi tetap lancar.