BREAKING NEWS
Jumat, 20 Maret 2026

Ketegangan Timur Tengah Dorong Harga Minyak ke Level Tertinggi dalam 3,5 Tahun, Brent Capai US$ 108,65

Dharma - Jumat, 20 Maret 2026 09:52 WIB
Ketegangan Timur Tengah Dorong Harga Minyak ke Level Tertinggi dalam 3,5 Tahun, Brent Capai US$ 108,65
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Harga minyak dunia mengalami volatilitas yang signifikan pada perdagangan Jumat, 20 Maret 2026, seiring dengan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya setelah Iran meluncurkan serangan terhadap fasilitas energi di kawasan tersebut.

Harga minyak Brent tercatat menguat US$ 1,27 atau 1,18%, berakhir di level US$ 108,65 per barel.

Namun, sepanjang sesi perdagangan, harga minyak Brent sempat melonjak tajam lebih dari US$ 11 hingga mencapai US$ 119,13 per barel, mendekati level tertinggi yang tercatat pada 9 Maret, yang merupakan puncak harga dalam hampir 3,5 tahun terakhir.

Baca Juga:

Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) justru ditutup terkoreksi, turun 18 sen atau 0,19% ke level US$ 96,14 per barel.

Sebelumnya, WTI sempat menyentuh level US$ 100,02 per barel, sebelum akhirnya menurun kembali.

Saat ini, selisih harga antara WTI dan Brent mencapai jarak terlebar dalam 11 tahun terakhir.

Pergerakan harga yang fluktuatif ini sebagian besar dipicu oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Iran baru-baru ini melancarkan serangan rudal terhadap fasilitas energi di kawasan tersebut, yang semakin memperburuk ketidakpastian pasokan energi global.

Dampak dari serangan tersebut juga turut mempengaruhi harga minyak acuan Timur Tengah, seperti Dubai dan Oman, yang tercatat melesat mencapai rekor tertinggi di kisaran US$ 65 per barel.


Sebagai respons, Amerika Serikat mengumumkan upaya untuk meredam lonjakan harga energi, dengan mempertimbangkan pencabutan sanksi terhadap minyak Iran yang saat ini terjebak di kapal tanker, yang berjumlah sekitar 140 juta barel.

Langkah tersebut diambil seiring dengan kekhawatiran Amerika Serikat terkait dampak harga energi yang terus melambung, terutama menjelang pemilu paruh waktu pada November 2026.

Selain itu, pemerintah AS juga tengah mempertimbangkan untuk membuka cadangan minyak dari Strategic Petroleum Reserve guna menambah pasokan energi dan menenangkan pasar.

Analis senior dari Price Futures Group, Phil Flynn, menyatakan bahwa meskipun harga minyak sempat melambung, penurunan harga dari level tertinggi menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan pasar terhadap pasokan energi global yang lebih stabil.

Sementara itu, serangan rudal Iran juga mengakibatkan kerusakan besar pada fasilitas gas alam cair (LNG) milik QatarEnergy di Ras Laffan.

Pabrik gas-to-liquids Pearl milik Shell yang memiliki kapasitas 140.000 barel per hari juga terkena dampak, mengakibatkan penghentian produksi.

Kejadian ini menyebabkan lonjakan harga gas alam di Eropa, yang kini telah mencapai level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun terakhir.

Tidak hanya itu, Arab Saudi juga mengungkapkan keberhasilan mereka mencegat serangan empat rudal balistik dan satu drone yang ditujukan pada fasilitas gas mereka.

Serangan-serangan ini semakin meningkatkan ketegangan dan ketidakpastian pasokan energi di kawasan, yang berimbas langsung pada volatilitas harga minyak dunia.

Pergerakan harga minyak yang volatil ini menjadi cerminan dari ketegangan geopolitik yang semakin intens di Timur Tengah.

Serangan-serangan terhadap fasilitas energi, serta langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah Amerika Serikat dan negara-negara penghasil minyak lainnya, menjadi faktor kunci dalam menentukan arah pasar energi global dalam waktu dekat.

Dengan ketegangan yang semakin meningkat di kawasan Timur Tengah, para pelaku pasar akan terus memantau situasi ini dengan cermat, karena dampaknya terhadap harga minyak dan stabilitas ekonomi global sangat signifikan.*


(bs/ad)

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
FIFA Sanksi Israel Setelah Aduan Palestina, Namun Mengapa Standar Ganda Terjadi?
Presiden Prabowo Percepat Konversi PLTD ke PLTS untuk Hemat Energi di Tengah Krisis Minyak Global, Kurangi Ketergantungan pada Minyak dan Gas
Presiden Prabowo Instruksikan Efisiensi Energi di Sektor Spesifik Antisipasi Krisis Minyak Global
Medan Siap Gelar Salat Idulfitri 1447 H di Lapangan Merdeka, Malam Takbiran dan Pawai Kendaraan Hias Akan Meriahkan Kota
Menkeu Purbaya: Kementerian Tidak Ingin Memotong Anggaran, Jadi Saya Tentukan Sendiri
Harga BBM Melonjak di ASEAN Akibat Konflik Timur Tengah, Singapura Capai Rp 58.305 per Liter
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru