Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Kenaikan harga plastik, yang telah melonjak 50%, menjadi contoh nyata dampak dari lonjakan harga minyak ini, mengingat plastik adalah bahan kemasan utama bagi berbagai produk makanan dan minuman.
Inflasi berbasis biaya (cost-push inflation) semakin terasa di Indonesia, sementara inflasi inti justru melambat menjadi 2,52%.
Tekanan ini dapat mempengaruhi daya beli masyarakat dan menekan pertumbuhan ekonomi, terutama jika harga barang-barang pokok semakin tinggi.
Dengan kondisi ini, ruang Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga rendah semakin terbatas.
Kenaikan harga minyak dan bahan baku yang lebih tinggi bisa memaksa BI untuk melakukan penyesuaian kebijakan moneter guna menahan laju inflasi, meskipun hal ini berisiko memperlambat laju pertumbuhan ekonomi.
Secara teknikal, rupiah diperkirakan akan melanjutkan tren pelemahan pada perdagangan hari ini.
Target pelemahan rupiah bisa mencapai Rp17.050/US$ hingga Rp17.100/US$.
Jika level ini tembus, rupiah berpotensi melemah lebih lanjut menuju Rp17.200/US$, tergantung pada kondisi pasar dan dinamika geopolitik.
Dalam tren jangka menengah, jika rupiah tidak dapat bertahan di level support yang ada, maka dapat berpotensi menciptakan level terendah baru (All Time Low).
Namun, jika ada tanda-tanda penguatan, resistance terdekat untuk rupiah dapat bergerak menuju Rp16.980/US$, dengan range pergerakan di antara Rp16.940/US$ hingga Rp16.900/US$.*
(bb/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.