Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kesepakatan gencatan senjata sementara dengan Iran selama dua pekan.
Langkah tersebut mendorong penurunan tajam harga minyak dunia. Harga minyak jenis Brent bahkan turun hampir 14 persen ke level sekitar US$ 94 per barel.
Kondisi ini berpotensi meredakan tekanan inflasi global. Jika inflasi menurun, bank sentral memiliki ruang untuk melonggarkan kebijakan moneter melalui penurunan suku bunga.
Dalam situasi tersebut, emas cenderung menjadi instrumen investasi yang menarik.
Sebagai aset non-yielding, emas biasanya diuntungkan saat suku bunga rendah dan ketidakpastian global meningkat.
Pelaku pasar kini mencermati arah kebijakan moneter global dan perkembangan geopolitik sebagai faktor utama yang akan memengaruhi pergerakan harga emas dalam jangka pendek.*