Meski sebelumnya sempat menguat akibat kabar gencatan senjata antara AS dan Iran, tensi baru muncul karena serangan Israel ke Lebanon, menimbulkan ketidakpastian pasar.
Mohammad-Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran, menilai gencatan senjata sudah dilanggar, sehingga negosiasi lebih lanjut sulit dilakukan.
"Dasar dari negosiasi itu secara terbuka dan jelas-jelas sudah dilanggar, bahkan sebelum negosiasi dimulai," cuitnya di X.
Konflik yang memanas kembali ini membuat harga minyak jenis Brent melonjak 3% ke US$97,53 per barel.
Lonjakan energi meningkatkan risiko inflasi global, sekaligus menekan permintaan emas sebagai aset safe haven.