Pabrik yang berlokasi di Magelang ini memproduksi bus dan truk berbasis electric vehicle (EV) dengan kapasitas mencapai 3.000 unit per tahun.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan, fasilitas ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah untuk mendorong transformasi industri transportasi nasional menuju energi baru terbarukan (EBT).
"Ini adalah salah satu langkah strategis bahwa industri dalam negeri sudah berada di arah yang benar. Kita mesti mulai bertransformasi dari mengonsumsi bahan baku berbasis fosil menuju energi baru terbarukan, salah satunya listrik," ujar Prasetyo kepada wartawan.
Pemerintah belum mengambil keputusan terkait pembelian kendaraan listrik produksi Bakrie Group ini.
Fokus saat ini adalah mendorong transformasi industri dan budaya transportasi masyarakat.
Menurut Prasetyo, kebijakan pemerintah menekankan efisiensi transportasi, penggunaan kendaraan publik berbasis listrik, dan pengurangan ketergantungan pada BBM.
Selain konteks domestik, keputusan ini juga relevan di tengah ketegangan geopolitik global, termasuk konflik antara Amerika Serikat, Iran, dan Israel yang memengaruhi harga minyak dunia.
Fasilitas pabrik di Magelang ini dikelola oleh PT VKTR Sakti Industries (VKTS), anak perusahaan dari VKTR.
Sebelumnya, pada Mei 2025, VKTS telah melakukan soft launching fasilitas perakitan kendaraan listrik komersial berbasis Completely Knocked Down (CKD), menandai langkah pertama Indonesia dalam memproduksi kendaraan listrik komersial secara masif.
Keberadaan pabrik ini diyakini akan memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, mengurangi emisi karbon, dan mendorong kemandirian energi nasional.*