BREAKING NEWS
Sabtu, 11 April 2026

Tak Sekadar Program Sosial, MBG Disebut Gerakkan Ekonomi dan Peluang Bisnis Baru

Adam - Sabtu, 11 April 2026 15:02 WIB
Tak Sekadar Program Sosial, MBG Disebut Gerakkan Ekonomi dan Peluang Bisnis Baru
Program Makan Bergizi Gratis. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai tidak hanya sebagai kebijakan sosial, tetapi juga mulai menjadi pendorong baru pertumbuhan ekonomi nasional.

Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menyebut program ini telah menggerakkan sektor riil, terutama di daerah.

Executive Director Kadin Indonesia Institute, Mulya Amri, mengatakan MBG kini berdampak langsung pada peningkatan permintaan bahan pangan seperti ayam dan telur.

Baca Juga:

"Dulu sebelum program MBG dimulai, stok ayam dan telur kita berlebih. Sekarang justru kekurangan, hingga harga telur jadi lebih mahal. Kita sedang memacu produksi lebih banyak lagi," kata Mulya dalam keterangannya, Sabtu (11/4/2026).

Menurutnya, kondisi ini menjadi peluang besar bagi peternak dan pelaku usaha lokal untuk berkembang. Ia pun mendorong pengusaha daerah melakukan transformasi bisnis.

"Ayo pengusaha daerah, lakukan pivot. Jika dulu fokus di konstruksi, sekarang ambil peluang di industri makanan, kesehatan, dan pertanian," ujarnya.

Dampak program MBG juga dirasakan langsung oleh pelaku usaha di daerah. Salah satunya peternak ayam petelur di Sumba Barat Daya, Benedictus Dalupe.

Ia mengaku saat ini menyuplai ribuan butir telur untuk dapur MBG atau SPPG di wilayahnya. Dalam sepekan, pengiriman dilakukan tiga kali dengan total mencapai lebih dari 3.000 butir telur.

"Sekarang permintaan meningkat. Tapi kami masih terbatas, baru bisa suplai satu dapur secara rutin," ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa selama ini sekitar 95% kebutuhan telur di wilayahnya masih dipasok dari Pulau Jawa. Namun sejak adanya MBG, mulai muncul minat pengusaha lokal untuk mengembangkan usaha peternakan.

Di sisi lain, Mulya menjelaskan bahwa anggaran negara untuk MBG lebih banyak digunakan untuk operasional makanan, bukan pembangunan dapur. Karena itu, peran swasta dinilai sangat penting.

"Modal satu dapur bisa Rp1,5 miliar sampai Rp3 miliar. Jadi pengusaha bisa masuk membangun dan mengelola," jelasnya.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pihak SPPG Bantah Isu Balita Terlindas Mobil MBG di Indramayu, Ini Penjelasannya
Purbaya Dukung Penyesuaian RBB, Minta Bank Danai Program MBG hingga Koperasi Desa
Struktur Anggaran MBG Dinilai Tidak Proporsional: Belanja Kaos Kaki Miliaran Rupiah, Kendaraan dan Teknologi Lebih Besar dari Porsi Makanan
LSM Perisai dan Sejumlah Organisasi Gelar Aksi di Patung Kuda, Soroti Program MBG
Barisan Oposisi Indonesia (BOI) Soroti Delapan Masalah dalam Pemerintahan Prabowo Subianto
Purbaya Yudhi Sadewa Pastikan Tidak Ada Pengadaan Motor Listrik BGN pada 2026
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru