BREAKING NEWS
Kamis, 23 April 2026

Pertamina Hulu Mahakam Kebut Proyek Manpatu, Target Onstream 2027 dengan Kapasitas 80 MMSCFD

gusWedha - Rabu, 22 April 2026 17:05 WIB
Pertamina Hulu Mahakam Kebut Proyek Manpatu, Target Onstream 2027 dengan Kapasitas 80 MMSCFD
Seremoni pelepasan topside tersebut digelar di fasilitas fabrikasi PT Meindo Elang Indah, Tanjung Pinang, pada 17 April 2026. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TANJUNG PINANGPT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) terus mempercepat pengembangan proyek migas Lapangan Manpatu. Terbaru, perusahaan sukses melaksanakan tahapan load out dan sail away topside sebagai bagian krusial menuju target produksi pada 2027.

Seremoni pelepasan topside tersebut digelar di fasilitas fabrikasi PT Meindo Elang Indah, Tanjung Pinang, pada 17 April 2026. Tahapan ini merupakan lanjutan dari sail away jacket yang telah dilakukan sebelumnya pada awal April.

Topside dengan bobot sekitar 1.000 ton itu diangkut menggunakan kapal cargo barge menuju lokasi proyek di lepas pantai Balikpapan. Perjalanan sejauh kurang lebih 1.930 kilometer diperkirakan memakan waktu sekitar 15 hari.

Baca Juga:

Struktur topside sendiri merupakan komponen vital anjungan lepas pantai yang berfungsi sebagai pusat pengolahan, pengeboran, sistem kontrol, hingga fasilitas operasional bagi pekerja.

Proyek Pengembangan Lapangan Manpatu ditargetkan mulai beroperasi (onstream) pada kuartal I 2027, dengan pengeboran perdana dijadwalkan pada kuartal IV 2026. Proyek ini memiliki kapasitas desain hingga 80 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd), yang diharapkan mampu meningkatkan produksi gas dan kondensat nasional.

Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, yang turut hadir dalam acara tersebut menilai proyek ini memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas produksi migas di wilayahnya.

"Proyek ini tidak hanya mendukung produksi energi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja lokal," ujarnya.

Tercatat, lebih dari 360 tenaga kerja terampil dari Kalimantan Timur terlibat dalam proses fabrikasi proyek ini.

General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, mengatakan keberhasilan tahap fabrikasi topside merupakan hasil kolaborasi erat antara pemerintah, perusahaan, mitra kerja, hingga kontraktor.

"Kolaborasi yang solid menjadi kunci percepatan proyek sekaligus memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai target," katanya.

Ia menambahkan, proyek Manpatu menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menjaga keberlanjutan produksi di tengah tantangan lapangan migas yang semakin matang (mature field).

Secara keseluruhan, proyek ini mencakup pembangunan satu anjungan baru lengkap dengan struktur jacket dan piles seberat sekitar 1.380 ton, pemasangan topside, modifikasi anjungan eksisting, hingga pembangunan pipa bawah laut sepanjang sekitar 2,5 kilometer.

Selain itu, akan dilakukan pengeboran 11 sumur pengembangan dengan tingkat kompleksitas tinggi.

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia, Sunaryanto, menegaskan pentingnya proyek ini dalam mendukung ketahanan energi nasional. Ia juga menekankan aspek keselamatan kerja sebagai prioritas utama.

Hingga Maret 2026, proyek Manpatu telah mencatatkan lebih dari dua juta jam kerja tanpa insiden kehilangan waktu kerja (Lost Time Incident/LTI).

"Ini menunjukkan komitmen tinggi terhadap standar keselamatan kerja dan keberlanjutan operasional," ujarnya.

Melalui proyek ini, PHM terus mendorong inovasi dan penerapan teknologi guna memastikan produksi energi yang aman, efisien, dan berkelanjutan.*

(dh)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru