Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Selain distribusi, Budi menyoroti kebijakan distribusi lintas wilayah yang mewajibkan pasokan Minyakita menjangkau daerah non-produsen seperti Aceh.
Kebijakan ini dinilai berdampak pada berkurangnya pasokan di Sumut, yang merupakan salah satu sentra produksi kelapa sawit nasional.
"Seharusnya daerah penghasil bisa diprioritaskan," ujarnya.
Persoalan harga juga menjadi sorotan. Di sejumlah daerah seperti Samosir, harga Minyakita masih melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).
Biaya distribusi ke wilayah terpencil menjadi salah satu penyebab kenaikan harga di tingkat konsumen.
Bulog membeli Minyakita dari produsen seharga Rp13.500 per liter dan menjual ke pengecer maksimal Rp14.500.
Margin yang tipis dinilai menyulitkan distribusi ke wilayah dengan akses logistik terbatas.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM Sumut, Dedi Jaminsyah Putra Harahap, menegaskan pemerintah daerah akan memperketat pengawasan distribusi bersama Bulog.
"Kolaborasi dengan Bulog menjadi kunci agar distribusi menjangkau seluruh wilayah Sumatera Utara," ujarnya.
Ia memastikan pemerintah akan terus mendorong produsen untuk menyalurkan Minyakita sesuai ketentuan agar pasokan tidak tersendat dan harga dapat kembali stabil di pasar.*
(sp/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.