Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Selasa, 28 Juli 2026 dengan penguatan tipis.
Sejumlah saham unggulan seperti PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP), PT Darma Henwa Tbk. (DEWA), hingga PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) tercatat mengalami kenaikan pada awal perdagangan.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 09.01 WIB, IHSG naik 0,03 persen ke level 6.187,47.
Baca Juga:
Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 252 saham bergerak menguat, sementara 179 saham melemah, dan 534 saham tidak mengalami perubahan.
Penguatan IHSG pada pembukaan perdagangan hari ini ditopang oleh sejumlah saham yang masuk dalam jajaran LQ45.
Saham INKP mencatat kenaikan terbesar dengan menguat 3,77 persen ke posisi Rp8.250.
Kemudian saham DEWA naik 1,81 persen menjadi Rp450, dan saham BUMI meningkat 1,18 persen ke level Rp172.
Selain itu, beberapa saham lain juga mencatat penguatan, di antaranya PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) yang naik 0,96 persen menjadi Rp525.
Saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) turut menguat 0,72 persen ke posisi Rp24.525, sedangkan PT Astra International Tbk. (ASII) naik 0,61 persen menjadi Rp4.940.
Di tengah penguatan IHSG, beberapa saham mengalami tekanan pada awal perdagangan.
Saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) tercatat turun paling dalam di antara saham unggulan, yakni melemah 3,08 persen ke level Rp1.260.
Kemudian saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) turun 1,47 persen menjadi Rp4.700, sementara saham PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) melemah 1,37 persen ke posisi Rp1.435.
Pelemahan juga terjadi pada saham PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) yang turun 1,04 persen menjadi Rp1.910, saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) turun 1,01 persen ke Rp2.940, serta saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) terkoreksi 0,99 persen menjadi Rp402.
Pada perdagangan sebelumnya, Senin (27/7/2026), IHSG ditutup melemah ke level 6.185,78.
Penurunan tersebut dipengaruhi oleh koreksi sejumlah saham, seperti BNBR, TLKM, hingga BBRI.
BRI Danareksa Sekuritas menilai pergerakan IHSG saat ini tengah memasuki fase konsolidasi setelah sebelumnya mencatatkan penguatan.
"Secara keseluruhan, IHSG bergerak dalam fase konsolidasi setelah reli sebelumnya, dengan aksi jual yang masih membayangi mayoritas sektor meski rotasi dana pada saham-saham tertentu berhasil menahan pelemahan indeks agar tetap terbatas," tulis BRI Danareksa dalam risetnya, Senin (27/7/2026).
Pergerakan IHSG ke depan masih akan dipengaruhi oleh sentimen pasar, arus dana investor, kinerja emiten, serta kondisi ekonomi global yang terus menjadi perhatian pelaku pasar.* (bi/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.