BREAKING NEWS
Senin, 26 Oktober 2026

Ekspor Sumut Tembus Rp8,1 Triliun, Bobby Nasution Incar Pasar China untuk Durian dan Genjot Potensi Nias

Abyadi Siregar - Senin, 07 September 2026 21:20 WIB
Ekspor Sumut Tembus Rp8,1 Triliun, Bobby Nasution Incar Pasar China untuk Durian dan Genjot Potensi Nias
Gubernur Sumut Bobby Nasution menerima audiensi Kepala Balai Karantina Hewan,Ikan Dan Tumbuhan Sumut Prayatno Ginting di ruang kerja Gubernur Lantai 10 Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Kota Medan. Senin (7/9/2026). (Foto: Alexander AP Siahaan/Diskom
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mendorong pengembangan berbagai komoditas potensial agar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dan mampu memperluas pasar ekspor. Menurutnya, peningkatan produksi harus diikuti pengembangan produk turunan, stabilitas pasokan dan pemanfaatan teknologi.

Hal itu disampaikan Bobby saat menerima audiensi Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Sumut Prayatno Ginting beserta jajaran di Ruang Kerja Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Senin (7/9/2026).

Bobby mengatakan Sumut memiliki berbagai komoditas pangan strategis, termasuk produk pertanian yang selama ini menjadi komoditas ekspor. Namun, menurutnya, pengembangan tidak cukup hanya meningkatkan produksi tanpa memperhatikan nilai tambah dan kebutuhan pasar.

Baca Juga:

"Jadi, pengembangan komoditas harus diarahkan agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Sehingga memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat. Begitu juga dengan pemanfaatan teknologi yang ada," ujar Bobby.

Dia menilai Sumut memiliki peluang investasi besar di sektor pangan. Meski demikian, kestabilan produksi dan kemampuan memenuhi kebutuhan pasar harus menjadi perhatian.

Bobby mencontohkan potensi komoditas di Kepulauan Nias yang belum berkembang optimal karena kapasitas produksinya belum mampu memenuhi kebutuhan pasar.

"Banyak yang berpotensi, seperti di Kepulauan Nias. Di sana belum ketemu pasar yang sesuai. Namun masalahnya bukan pasarnya, tetapi jumlah produksi yang belum memenuhi kebutuhan pasar," jelasnya.

Menurut Bobby, komoditas dengan kapasitas produksi yang memadai akan lebih mudah dikembangkan untuk memenuhi permintaan pasar dan menghasilkan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Karena itu, pengembangan produk turunan, peningkatan produksi dan stabilitas pasokan dinilai perlu dilakukan secara bersamaan. Pemerintah dan pihak terkait juga didorong menyusun target tahunan untuk komoditas yang memiliki potensi ekspor.

"Setelah komoditas itu sesuai kebutuhan pasar, pemerintah dan pihak terkait pun perlu mengintervensi. Jadi harus ada kolaborasi bersama, seperti penetapan target tahunan komoditas apa yang perlu kita capai," kata Bobby.

Bobby menegaskan pemerintah berperan menyiapkan kebijakan dan program, sementara masyarakat menjadi pelaku utama dalam proses produksi. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempertemukan kebutuhan pasar dengan ketersediaan komoditas.

"Makanya program dan anggaran pemerintah harus menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat. Karenanya kami juga ingin menjalin kerja sama untuk meneliti dan mengembangkan komoditas yang berpotensi untuk bisa diekspor," ujarnya.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru