BREAKING NEWS
Selasa, 29 September 2026

Tembus Rp 18.000/USD! Rupiah Anjlok Terseret Panasnya Selat Hormuz dan Sikap Trump

Adelia Syafitri - Selasa, 29 September 2026 09:58 WIB
Tembus Rp 18.000/USD! Rupiah Anjlok Terseret Panasnya Selat Hormuz dan Sikap Trump
ilustrasi - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menyentuh level Rp18.000 per USD pada pembukaan perdagangan Selasa (29/9/2026). (Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menyentuh level Rp18.000 per USD pada pembukaan perdagangan Selasa (29/9/2026). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 22 poin atau 0,12 persen dari posisi penutupan sebelumnya di Rp17.978 per USD.

Hingga pukul 09.22 WIB, rupiah tercatat berada di level Rp18.000 per USD. Sementara berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp17.960 per USD pada waktu yang sama.

Analis mata uang Ibrahim Assuabi memperkirakan rupiah masih akan bergerak fluktuatif dan berpotensi ditutup melemah pada perdagangan hari ini.

Baca Juga:

"Untuk perdagangan hari ini, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp17.900 per USD hingga Rp17.950 per USD," ujar Ibrahim dalam analisis hariannya.

Menurut Ibrahim, pergerakan rupiah salah satunya dipengaruhi perkembangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya kondisi Selat Hormuz.

Situasi Selat Hormuz Jadi Perhatian

Ibrahim mengatakan pasar masih mencermati sikap Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Iran disebut mengajukan sejumlah syarat, termasuk pencabutan blokade angkatan laut, pelonggaran tekanan militer, penghapusan sanksi terhadap penjualan minyak serta persetujuan gencatan senjata.

Iran disebut menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari sembari melanjutkan negosiasi yang lebih luas. Namun, usulan tersebut disebut telah ditolak Presiden AS Donald Trump.

Di sisi lain, laporan Axios menyebut Trump memperkirakan negosiasi dengan pihak terkait akan kembali berlangsung pada pekan ini. Qatar juga disebut terus berperan sebagai mediator dalam upaya menghidupkan kembali perundingan.

Ketegangan di sekitar Selat Hormuz turut menjadi perhatian pasar setelah sebuah rudal jelajah antikapal Iran dilaporkan menghantam kapal yang dioperasikan Korps Marinir AS. Delapan anggota Marinir AS disebut mengalami luka, meski tidak mengalami cedera serius.

Kekhawatiran terhadap pasokan energi juga meningkat setelah kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman disebut meningkatkan serangan terhadap Arab Saudi dan kapal-kapal komersial di Laut Merah.

Data Ekonomi AS Ditunggu

Selain perkembangan geopolitik, pelaku pasar juga akan mencermati sejumlah agenda ekonomi Amerika Serikat sepanjang pekan ini.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Siap-siap! PLN Padamkan Listrik 6 Jam Hari Ini di Medan, Cek 4 Lokasi Terdampak
Cuaca Aceh Hari Ini 29 September: Hujan Petir Mengintai Banyak Daerah
Cuaca Sumut Hari Ini 29 September: Tapteng-Sibolga Hujan Lebat, Medan Berpotensi Petir
Cuaca Jakarta Hari Ini 29 September: Cerah Merata, Suhu Capai 33 Derajat
Cuaca Jabar Hari Ini 29 September: Hujan Ringan di Sejumlah Daerah, Suhu Capai 35 Derajat
Cuaca Jogja Hari Ini 29 September: Cerah Merata, Suhu Yogyakarta Capai 35 Derajat
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru