BREAKING NEWS
Senin, 05 Oktober 2026

IHSG Dibuka Menguat 0,71 Persen: Saham BBCA, BBRI dan TLKM Kompak Naik!

Administrator - Senin, 05 Oktober 2026 09:34 WIB
IHSG Dibuka Menguat 0,71 Persen: Saham BBCA, BBRI dan TLKM Kompak Naik!
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada awal perdagangan pekan ini, Senin, 5 Oktober 2026.

Penguatan IHSG turut diikuti sejumlah saham unggulan seperti PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM).

Mengutip data RTI Infokom, IHSG dibuka pada level 6.055,15 dan menguat 0,71 persen sesaat setelah perdagangan dimulai.

Baca Juga:

Pada awal perdagangan, IHSG bergerak dalam rentang 6.054 hingga 6.082.

Sebanyak 349 saham tercatat menguat, 129 saham melemah, sementara 220 saham lainnya stagnan.

Kapitalisasi pasar IHSG mencapai Rp10.706 triliun.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dibuka menguat 0,41 persen ke level Rp6.125 per saham.

Penguatan juga terjadi pada saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI). Saham BBRI naik 0,32 persen ke level Rp3.090 per saham.

Sementara itu, saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) mencatat kenaikan lebih tinggi.

Saham TLKM menguat 2,22 persen ke level Rp2.300 per saham.

Pergerakan saham-saham tersebut menjadi salah satu perhatian investor pada awal perdagangan pekan ini.

Tim Riset Phintraco Sekuritas menyebut perhatian pasar global masih tertuju pada perkembangan konflik di Timur Tengah dan pergerakan pasar obligasi pemerintah.

Dari Amerika Serikat, investor akan mencermati sejumlah data ekonomi, termasuk risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC), ISM Service PMI, serta data awal Michigan Consumer Sentiment.

Risalah rapat FOMC dijadwalkan dirilis pada Rabu, 7 Oktober 2026.

Investor akan mencari petunjuk mengenai arah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve atau The Fed.

Data inflasi PCE dan nonfarm payrolls yang lebih rendah dari perkiraan, ditambah pernyataan dovish dari sejumlah pejabat The Fed, sebelumnya memunculkan harapan bahwa bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga pada Oktober.

Pada perdagangan Jumat, 2 Oktober 2026, IHSG ditutup menguat 0,46 persen ke level 6.036,89.

Pada pekan ini, investor domestik juga akan mencermati sejumlah indikator ekonomi Indonesia.

Data tersebut meliputi cadangan devisa yang akan dirilis pada 7 Oktober, indeks keyakinan konsumen pada 8 Oktober, serta retail sales dan penjualan otomotif pada 9 Oktober 2026.

Phintraco Sekuritas menilai secara teknikal terdapat sejumlah sinyal yang perlu diperhatikan investor.

"Secara teknikal, indikator Stochastic RSI membentuk Golden Cross di area oversold, sedangkan histogram MACD masih dalam area negatif. IHSG ditutup di atas MA3," tulis Phintraco Sekuritas.

Berdasarkan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan bergerak sideways dengan kecenderungan menguat pada kisaran 6.000 hingga 6.200 sepanjang pekan ini.

Pergerakan IHSG tetap akan dipengaruhi perkembangan ekonomi global, kebijakan The Fed, kondisi geopolitik, serta data ekonomi domestik.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca membeli atau menjual saham.

Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

Setiap keputusan investasi memiliki risiko dan menjadi tanggung jawab masing-masing investor.* (bi/ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Ini Daftar Harga Pangan Hari Ini: Cabai Naik, Daging Ayam dan Telur Turun
Harga Emas Antam Naik Lagi 5 Oktober 2026, Tembus Rp2,58 Juta per Gram
Butuh Modal Usaha? Cek KUR BNI 2026 Rp500 Juta, Ini Syarat dan Simulasi Cicilannya
Oedoek Seroe Hadirkan Kuliner Nusantara, Pemko Medan Dorong Pertumbuhan Usaha Kuliner
iQOO 16 Meluncur! Punya Baterai 8.400 mAh dan Fast Charging 100W, Harga Mulai Rp15,9 Juta
Harga Pangan Hari Ini 4 Oktober 2026: Cabai Melonjak, Daging Sapi Naik Tipis, Beras Tetap Stabil
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru