ASN di Sibolga Diduga Curi Kabel Anti Petir Milik Negara, Kerugian Capai Rp60 Juta
SIBOLGA Seorang pria berinisial LBS, 34 tahun, yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN), ditangkap polisi karena diduga mencuri kabel
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA -Aktor papan atas dan musisi ternama, Fedi Nuril, baru-baru ini membeberkan alasan mengapa ia semakin sering mengkritik pemerintah lewat media sosial. Hal ini mengejutkan banyak orang, mengingat Fedi yang dikenal dengan kiprahnya di dunia hiburan, kini mulai vokal menyuarakan pendapatnya terkait isu-isu politik, salah satunya mengenai kenaikan PPN menjadi 12 persen.
Dikutip dari kanal YouTube Melaney Ricardo, Fedi mengungkapkan bahwa ia sebenarnya sudah lama merasa khawatir terhadap dunia politik di Indonesia. Namun, ia lebih memilih untuk bersikap pasif dan hanya mengikuti perkembangan situasi. Namun, baru-baru ini, rasa khawatir tersebut berubah menjadi kemarahan yang mendalam.
“Khawatir terhadap dunia politik sebenarnya udah lama ya, tetap update, tapi pasif. Dan sampai akhirnya di satu titik yang sudah bukan resah lagi tapi udah marah sih,” kata Fedi, Kamis (2/1/2024).
Meskipun begitu, Fedi tetap berhati-hati dalam menyampaikan kritiknya. Ia berusaha mengolah emosinya sebelum berbicara agar pesan yang disampaikannya tetap terukur dan tidak menyinggung pihak-pihak tertentu.
“Jadi saat itu marahnya lebih besar dari takut, rasa khawatirnya masih ada, tapi udah marah banget, akhirnya bersuara. Tapi yang gue pastikan waktu gue bersuara itu, marahnya juga udah diturunin, supaya nggak salah ngomong, nggak asal ngomong, tetap punya data, jadi kena sasaran gitu apa yang udah mau di omong,” jelasnya.
Fedi yang kini berusia 42 tahun itu merasa yakin bahwa kritikannya tidak akan mempengaruhi kariernya di industri hiburan. Ia justru merasa heran jika hal tersebut benar-benar berpengaruh.
“Tapi saat itu gue yakin nggak berpengaruh karena ini kan pendapat politik ya, kalau kita lihat teman-teman kita di industri, yang benar-benar sudah kesandung kasus hukum, ya mungkin sampai di tahan, ya tapi begitu keluar ya bisa bekerja lagi,” ujar Fedi.
Fedi menambahkan bahwa jika ada yang tidak setuju dengan pendapatnya, ia akan siap untuk berdiskusi lebih lanjut dan memastikan bahwa argumennya didasari oleh data yang kuat.
“Nah itu kan pendapat politik, kalau sampai benar-benar mempengaruhi pekerjaan, oke kita diskusi aja dulu apakah salah yang gue omongin, itu satu, dan gue memastikan ketika gue bersuara argumennya kuat, nggak asal ngomong,” pungkasnya.
(N/014)
SIBOLGA Seorang pria berinisial LBS, 34 tahun, yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN), ditangkap polisi karena diduga mencuri kabel
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong Horas Bangso Batak (HBB) terus berperan dalam melestarikan budaya sekaligus mem
PEMERINTAHAN
MEDAN Persiapan menyambut kelahiran anak tidak hanya berkaitan dengan pemeriksaan medis dan kesehatan fisik. Kesiapan mental serta dukun
KESEHATAN
MEDAN Pemerintah Kota Medan memaparkan perkembangan penanganan pascabencana hidrometeorologi kepada Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menghadiri Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Muhammadiy
PENDIDIKAN
MEDAN Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Timur Tumanggor meminta proyek perubahan yang disusun peserta Pelatihan Kepemim
PEMERINTAHAN
MEDAN Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tebingtinggi, Nur Erdian, dituntut dua
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDA ACEH Polri resmi membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB) Tahun Ajaran 2027/2028. Penerimaa
PENDIDIKAN
LHOKSEUMAWE Komandan Korem 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Imran meminta prajurit dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Korem 011
NASIONAL
MEDAN Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat, Saiful Abdi, mengajukan banding atas vonis tujuh tahun penjara dalam perkara kor
HUKUM DAN KRIMINAL