Kapolri Rotasi 54 Perwira, Dikatakan untuk Pembinaan Karier dan Penyegaran
JAKARTA Mutasi besarbesaran di tubuh Korps Bhayangkara kembali terjadi menjelang akhir Februari 2026. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Pra
NASIONAL
JAKARTA -Komedian terkenal Lies Hartono, yang lebih dikenal dengan nama Cak Lontong, baru-baru ini berbagi cerita tentang pengalamannya yang sempat mengalami sepi pekerjaan setelah menyatakan dukungannya terhadap pasangan calon presiden dan wakil presiden, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Dalam tayangan Ruang Sahabat yang disiarkan di kanal YouTube Mahfud MD Official pada Sabtu (29/3/2025), Cak Lontong mengungkapkan bahwa setelah dirinya mengantar pasangan Ganjar-Mahfud ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), dalam waktu seminggu setelahnya, hampir semua pekerjaan yang ia terima dibatalkan.
Bahkan, beberapa pihak yang sudah membayar uang muka atau DP (Down Payment) untuk pekerjaan tersebut pun ikut membatalkan tawaran kepada dirinya.
"Saya mendukung Pak Ganjar dan Pak Mahfud. Ketika saya ikut mengantar ke KPU, itu dalam seminggu berikutnya, job saya di-cancel semua," ungkap Cak Lontong.
Meskipun pekerjaan yang dibatalkan tersebut membuatnya sepi job, Cak Lontong menyatakan bahwa dirinya masih memperoleh penghasilan dari sejumlah pembayaran DP yang telah dilakukan sebelumnya.
"Ya untung masih dapat DP. Kan kalau di-cancel, DP hangus," kelakar Cak Lontong, yang dikenal dengan gaya humornya.
Cak Lontong juga menyampaikan rasa kecewanya atas perlakuan tersebut. "Pada posisi, saya sebagai warga negara yang punya suara dan hak politik.
Tapi, ketika saya menggunakan suara saya yang dilindungi undang-undang, kok saya dimusuhi, kan aneh," ujar Cak Lontong kepada Mahfud.
Menurut Cak Lontong, tindakan membatalkan pekerjaan yang telah disepakati merupakan hal yang tidak profesional. Ia berpendapat, politik seharusnya dilihat secara objektif, bukan dengan perasaan subjektif.
"Orang politik itu selalu bilang, tidak ada yang namanya lawan dan teman yang abadi karena yang ada kepentingan. Karena, ketika ada kepentingan yang sama, mungkin yang dulu lawan jadi kawan dan itu hal yang, itu kan jiwa profesional, sangat objektif," tambahnya.
Cak Lontong menilai bahwa politik di Indonesia masih dipandang secara subjektif dan emosional, yang menurutnya tidak profesional. "Ini enggak profesional, tapi baperan," tegasnya.*
(km/n14)
JAKARTA Mutasi besarbesaran di tubuh Korps Bhayangkara kembali terjadi menjelang akhir Februari 2026. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Pra
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah Indonesia menyesalkan gagalnya perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang berujung pada eskalasi militer di Tim
INTERNASIONAL
JAKARTA Ketua Umum Ikatan Media Online (IMO) Indonesia, Yakub F. Ismail, meminta pemerintah Indonesia segera mengambil langkah strategis
POLITIK
MEDAN Ketua DPRD Kota Medan, Wong Chun Sen, menekankan pentingnya menjaga kondusivitas di Kota Medan selama Bulan Suci Ramadan agar masy
POLITIK
ASAHAN Pemerintah Kabupaten Asahan melaksanakan kegiatan Safari Ramadhan Khusus 1447 H / 2026 M yang dirangkaikan dengan peresmian Masji
NASIONAL
JAKARTA Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana di Sumatera menegaskan target relokasi seluruh
NASIONAL
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai angkat suara terkait kasus hukum yang menjerat komika Pandji Pragiwaksono. Menurut Piga
POLITIK
JAKARTA Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menilai serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran sebagai aksi yang sangat serius dan be
POLITIK
JAKARTA Gelombang pertama serangan balasan Iran menghantam Israel dan sejumlah negara Arab pada Sabtu (28/2/2026), beberapa jam setelah
INTERNASIONAL
BINJAI Personil Polres Binjai bersama Bhayangkari melaksanakan kegiatan sosial berbagi takjil bagi masyarakat yang melintas di depan Map
NASIONAL