BREAKING NEWS
Rabu, 04 Maret 2026

Rayen Pono Tegas Tutup Pintu Damai, Ahmad Dhani Dilaporkan atas Dugaan Penghinaan Rasial

- Rabu, 23 April 2025 19:22 WIB
Rayen Pono Tegas Tutup Pintu Damai, Ahmad Dhani Dilaporkan atas Dugaan Penghinaan Rasial
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA -Konflik antara penyanyi Rayen Pono dan musisi sekaligus anggota DPR RI, Ahmad Dhani, terus berlanjut ke jalur hukum. Rayen secara tegas menutup peluang damai dengan Dhani terkait dugaan penghinaan rasial dan pencemaran nama baik di media sosial.

Dalam keterangannya di Bareskrim Polri, Rabu (23/4/2025), Rayen menyatakan bahwa pintu maaf telah tertutup sejak Ahmad Dhani kembali menyebut nama marganya sebagai "Porno", yang dianggap sebagai bentuk penghinaan.

"Kayaknya sudah terlambat karena kita sudah terlanjur lapor. Tapi lagi-lagi yang kita ulang-ulang, kita hanya merespons apa yang menjadi permintaan Ahmad Dhani," ujar Rayen.

Mantan personel Pasto itu juga mempertanyakan sikap Ahmad Dhani yang dinilainya tidak mampu menjaga etika di ruang publik, terlebih status Dhani sebagai anggota DPR RI.

"Saya bertanya lebih baik Mas Dhani memutuskan mau jadi anggota dewan atau musisi. Kalau beliau tidak mampu menjalankan kedua entitas ini secara bersamaan dan etika yang harus dijunjung, lebih baik memilih salah satunya," tambah Rayen.

Rayen secara resmi melaporkan Ahmad Dhani dengan nomor laporan LP/B/188/IV/2025/SPKT/BARESKRIM POLRI, menggunakan sejumlah pasal, antara lain Pasal 156 KUHP, Pasal 315 KUHP, Pasal 310 KUHP, serta Pasal 16 jo Pasal 4 huruf B UU No 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Dalam laporannya, Rayen membawa sejumlah barang bukti, termasuk video saat debat terbuka dengan Ahmad Dhani pada 10 April 2025 lalu dalam diskusi Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI). Dalam undangan resmi acara tersebut, nama Rayen Pono ditulis sebagai "Rayen Porno", yang menjadi pemicu konflik.

Ahmad Dhani sendiri telah menyampaikan permintaan maaf, namun Rayen menilai insiden tersebut bukan sekadar kekeliruan, melainkan bentuk kelalaian yang mencoreng martabatnya secara personal dan rasial.*

(km/J006)

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru