Andi Azwan Dorong dr Tifa Ajukan Restorative Justice dalam Kasus Ijazah Jokowi
JAKARTA Ketua Umum Relawan Jokowi Mania Andi Azwan mendorong tersangka kasus dugaan penyebaran tudingan ijazah palsu Presiden Joko Widod
POLITIK
BITVONLINE.COM -Pendakwah sekaligus Utusan Khusus Presiden, Gus Miftah, menjadi sorotan publik setelah video dirinya melontarkan ucapan kasar kepada seorang penjual es teh bernama Sunaji viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi saat Gus Miftah mengisi pengajian di Magelang.
Dalam video yang beredar, Gus Miftah terlihat menunjuk Sunaji dan berkata dengan nada tinggi, “Es tehmu sih akeh (masih banyak) enggak? Ya sana jual goblk.”* Ucapan ini memicu kritik keras dari berbagai kalangan, termasuk sejumlah selebriti dan tokoh publik.
Berikut sejumlah publik figur yang mengomentari insiden tersebut:
Clara Shinta Influencer Clara Shinta menunjukkan empatinya dengan melakukan panggilan video kepada Sunaji untuk memastikan kondisi dirinya dan keluarga. Ia bahkan berencana mengunjungi keluarga Sunaji di Magelang untuk memberikan dukungan langsung. Lina Mukherjee Lina Mukherjee, yang pernah berseteru dengan Gus Miftah dalam kasus penistaan agama, mengungkapkan bahwa meskipun ia dikecam, ia tidak pernah menghina orang yang kurang mampu. Aghnia Punjabi Selebgram Aghnia menangis setelah melihat video Sunaji. Ia menghubungi keluarga Sunaji dan memberikan bantuan secara diam-diam sebagai bentuk dukungan moral. Taqy Malik Pendakwah muda Taqy Malik mengingatkan pentingnya kerendahan hati. “Yang di atas panggung belum tentu lebih mulia. Yang di bawah panggung juga belum tentu hina,” ujarnya. Ustadz Derry Sulaiman Meski Gus Miftah telah meminta maaf, Ustadz Derry menyayangkan tindakan tersebut yang dinilai mencoreng nama baik pendakwah di Indonesia. Bunda Corla TikToker Bunda Corla mengecam tindakan Gus Miftah. Menurutnya, perjuangan Sunaji sebagai pedagang jauh lebih mulia dibandingkan ucapan yang merendahkan. Agnes Jennifer Agnes Jennifer menyatakan rasa simpatinya kepada Sunaji dan mengutuk ucapan yang dianggap tidak pantas dari seorang tokoh publik. Boy Chandra Penulis Boy Chandra membandingkan perjuangan Sunaji dengan ucapan Gus Miftah, menyebutkan bahwa usaha keras untuk mencari nafkah lebih bermakna daripada kesombongan di atas panggung. Helo Bagas Penulis Helo Bagas mengkritik sikap arogansi dalam unggahan media sosialnya. Deddy Corbuzier Sebagai sahabat dekat Gus Miftah, Deddy memilih tidak menegur melalui media sosial. “Persoalan seperti ini lebih baik diselesaikan secara pribadi,” ujarnya.Gus Miftah telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas tindakannya. Namun, insiden ini tetap menjadi pelajaran penting mengenai pentingnya menjaga sikap, terutama bagi figur publik.
Sementara itu, dukungan mengalir deras untuk Sunaji, yang kini mendapatkan perhatian lebih dari masyarakat dan berbagai pihak.
(N/014)
JAKARTA Ketua Umum Relawan Jokowi Mania Andi Azwan mendorong tersangka kasus dugaan penyebaran tudingan ijazah palsu Presiden Joko Widod
POLITIK
Oleh T. JamaluddinPeningkatan volume sampah menjadi persoalan yang hampir selalu muncul saat perayaan hari besar, termasuk Lebaran. Di berb
OPINI
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai membantah keras tuduhan yang menyebut dirinya mendukung kasus korupsi kuota haji yang m
POLITIK
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Investasi sekaligus Chief Executive Officer Danantara Rosan Roeslani bersama sejumlah
PEMERINTAHAN
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan memastikan seluruh aduan terkait Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan 2026 akan ditindaklanjuti secar
PEMERINTAHAN
SABANG Kepala Kepolisian Daerah Aceh Marzuki Ali Basyah meninjau Pos Terpadu Operasi Ketupat Seulawah 2026 di kawasan Pelabuhan Balohan,
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) tengah merancang langkah efisiensi besar unt
PEMERINTAHAN
KUPANG Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa kepala sekolah harus berperan sebagai pemimpin pembelaj
PENDIDIKAN
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution membuka peluang penerapan kembali kebijakan One Day No Car bagi aparatur sipil negara (AS
PEMERINTAHAN
JAKARTA Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri kembali menangkap dua tersangka dalam pengembangan kasus jaringan narkotika yan
HUKUM DAN KRIMINAL