BREAKING NEWS
Kamis, 05 Maret 2026

Keluarga Minta Pelaku Pembunuhan Satpam di Bogor Dihukum Berat

BITVonline.com - Sabtu, 18 Januari 2025 08:55 WIB
Keluarga Minta Pelaku Pembunuhan Satpam di Bogor Dihukum Berat
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BOGOR, JAWA BARAT – Keluarga korban pembunuhan, Septian (36), seorang satpam rumah mewah yang ditemukan tewas di rumah majikannya di Kelurahan Lawanggintung, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, meminta agar pelaku yang merupakan anak majikannya dihukum berat. Permintaan ini disampaikan oleh adik ipar korban, Aris Munandar (40), yang berharap agar keadilan ditegakkan secara adil.

“Pihak keluarga penginnya hukum itu jangan tajam ke bawah tapi tumpul ke atas, minta keadilannya,” ujar Aris saat diwawancarai wartawan, Sabtu (18/1).

Septian ditemukan tewas dengan sejumlah luka di tubuhnya pada Jumat (17/1). Polisi yang mendalami kasus ini menemukan bahwa pelaku adalah Abraham, anak dari pemilik rumah. Setelah diperiksa, Abraham terbukti positif narkoba. Polisi menduga motif pembunuhan ini terkait dengan kekesalan pelaku terhadap korban yang sering mengadu pada orang tua pelaku terkait kebiasaan pulang larut malam.

Aris mengungkapkan bahwa jenazah Septian diberangkatkan dari rumah sakit pada Jumat malam sekitar pukul 21.30 WIB dan tiba di rumah duka di Kampung Cibarengkok, Desa Citarik, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi pada Sabtu (18/1) sekitar pukul 00.00 WIB.

“Mendiang Septian adalah tulang punggung keluarga. Ia meninggalkan seorang istri, satu anak kandung, dan tiga anak sambung yang semuanya bergantung padanya,” ujar Aris dengan penuh kesedihan.

Aris juga mengungkapkan bahwa saat melihat jenazah korban di rumah sakit, ia sangat terkejut karena tubuh Septian dipenuhi luka yang diduga akibat benda tajam. “Lukanya banyak, dari leher hingga pinggang,” jelas Aris.

Keluarga korban berharap agar pelaku mendapat hukuman setimpal atas tindakan yang telah merenggut nyawa Septian, yang selama ini menjadi tumpuan keluarga.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru