Makna Spiritual Idul Fitri: Jangan Hanya Pakaian Baru dan Hidangan, Lakukan Muhasabah
BANDA ACEH Mudir Pondok Tahfizd Ihya&039ul Qur&039an (PTIQ) Blang Oi, Ustaz Abdurrahim Abu Zubaidah, mengajak umat Islam tidak hanya
AGAMA
MEDAN -Penangkapan Roy Hendrik Kembaren, yang dikenal sebagai Tupak, oleh Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Medan Baru, telah menciptakan kehebohan di tengah masyarakat. Tindakan tegas polisi yang terpaksa menembak kedua kakinya karena melawan saat ditangkap, menimbulkan kontroversi yang memunculkan berbagai pertanyaan tentang proporsionalitas tindakan penegakan hukum.
Tupak, seorang maling sepeda motor yang dikenal dalam jaringan kejahatan di daerah Medan, akhirnya berhasil ditangkap setelah rangkaian penyelidikan yang dilakukan oleh aparat kepolisian. Namun, keberhasilan ini tidak lepas dari kontroversi karena pelaku juga merupakan target operasi terkait narkotika.
Kapolsek Medan Baru, Kompol Yayang Rizky Pratama, menjelaskan bahwa penangkapan terhadap Tupak dilakukan pada tanggal 6 Juni lalu di sekitar Jalan Letjen Jamin Ginting. Saat hendak diamankan, Tupak melakukan perlawanan yang mengakibatkan polisi terpaksa menggunakan tindakan tegas.
Menurut keterangan polisi, Tupak merupakan salah satu maling sepeda motor yang sering beraksi di kawasan tersebut. Hasil penjualan sepeda motor curian tersebut digunakan untuk membeli narkoba jenis sabu dan terlibat dalam kegiatan perjudian online jenis slot.
Namun, yang lebih mengkhawatirkan adalah fakta bahwa Tupak merupakan seorang residivis yang pernah dihukum dua kali dalam kasus narkotika sebelumnya. Hal ini menunjukkan adanya sistem yang belum efektif dalam menangani kasus-kasus kejahatan, terutama yang terkait dengan peredaran narkoba.
Sementara polisi masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap Tupak, masyarakat di sekitar area penangkapan dikejutkan dengan insiden tersebut. Pertanyaan tentang proporsionalitas tindakan penegakan hukum serta kebutuhan akan peningkatan keamanan di daerah tersebut menjadi sorotan utama dalam pemberitaan ini.
(N/014)
BANDA ACEH Mudir Pondok Tahfizd Ihya&039ul Qur&039an (PTIQ) Blang Oi, Ustaz Abdurrahim Abu Zubaidah, mengajak umat Islam tidak hanya
AGAMA
BANDA ACEH Ribuan warga Banda Aceh dan sekitarnya memadati jalanjalan protokol kota untuk mengikuti Pawai Takbir Idul Fitri 1447 Hijria
NASIONAL
PADANGSIDIMPUAN Ribuan masyarakat Kelurahan Ujung Padang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, memad
NASIONAL
MEDAN Memasuki hari kedua Idul Fitri 1447 Hijriah, Minggu (22/03/2026), Plaza Medan Fair dipadati pengunjung yang ingin menghabiskan wak
NASIONAL
ACEH TAMIANG Presiden Prabowo Subianto melaksanakan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah bersama warga di Masjid Darussalam, Desa Simpang Empat
NASIONAL
ACEH TAMIANG Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemulihan pascabencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, telah mencapai
NASIONAL
ACEH TAMIANG Presiden Prabowo Subianto melaksanakan Salat Idul Fitri di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu, 21 Maret 2026. Kehadiran Pr
NASIONAL
PADANGSIDIMPUAN Ribuan warga memadati Masjid Agung Al Abror, Padangsidimpuan, Sumatera Utara, untuk melaksanakan Salat Idul Fitri, Sabtu
NASIONAL
BANDA ACEH Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau dikenal Mualem, membagikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada warga melalui timnya di Meuligo
NASIONAL
ACEH TAMIANG Menutup bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, SE, bersama Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavi
PEMERINTAHAN