BREAKING NEWS
Senin, 08 Juni 2026

Motif Pelaku Penusukan Imam Masjid Ternyata Sakit Hati dari Dua Tahun Lalu?!

BITVonline.com - Jumat, 24 Mei 2024 08:41 WIB
Motif Pelaku Penusukan Imam Masjid Ternyata Sakit Hati dari Dua Tahun Lalu?!
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA -Kisah tragis penusukan seorang imam masjid yang tengah menjalankan ibadah wudhu hingga meninggal, kini terungkap motifnya. Pelaku penusukan, MSG (24), ternyata menyimpan sakit hati yang membara selama dua tahun karena merasa direndahkan oleh korban, Imam Masjid MS.

Kapolres Jakarta Barat, Kombes Syahduddi, mengungkapkan bahwa motif pelaku terkait dendam yang tumbuh sejak dua tahun lalu, saat pelaku merasa direndahkan saat mengunjungi rumah cucu korban, A. Cucu korban ini adalah seorang pegawai toko emas di Pasar Kedoya, tempat dimana pelaku pada waktu itu bekerja sebagai security.

“Ketika berkunjung ke rumah cucu korban, pelaku merasa mendapatkan perlakuan kurang baik yang membuatnya merasa direndahkan,” jelas Syahduddi.

Sakit hati yang tumbuh sejak dua tahun lalu tersebut kemudian mendorong pelaku untuk merencanakan aksi pembunuhan. Meskipun niat untuk membunuh sudah muncul dua tahun lalu, namun pelaku menunda aksinya agar tidak menimbulkan kecurigaan.

“Niat untuk melakukan pembunuhan sudah ada sejak dua tahun lalu, namun pelaku menunda aksinya untuk menghindari kecurigaan,” tambahnya.

Pelaku melakukan pengintaian selama satu minggu sebelum akhirnya melancarkan aksi penusukan pada Kamis, 16 Mei 2024, saat korban hendak menjalankan shalat subuh. Pelaku memilih waktu tersebut agar tidak ada yang mencurigai atau mengingat wajah atau identitasnya.

Kisah tragis ini membuka mata kita akan betapa dalamnya rasa sakit hati bisa memicu tindakan yang tragis. Motif yang muncul dari perasaan direndahkan menjadi pelajaran bagi kita semua untuk selalu memperlakukan sesama dengan baik dan hormat, agar tidak menimbulkan dendam yang berbahaya.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru