BREAKING NEWS
Senin, 08 Juni 2026

Jeep Rubicon Mario Dandy Tak Kunjung Laku, Harganya Turun Terus

BITVonline.com - Jumat, 24 Mei 2024 08:10 WIB
Jeep Rubicon Mario Dandy Tak Kunjung Laku, Harganya Turun Terus
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA -Kisah kontroversial seputar mobil mewah milik terpidana kasus penganiayaan, Mario Dandy Satriyo, kembali menarik perhatian publik. Meskipun telah dua kali dilakukan pelelangan oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, mobil Jeep Rubicon itu masih belum menemukan pembeli. Kini, rencana untuk menurunkan harga jualnya menjadi Rp600 juta tengah dipertimbangkan.

Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Reza Prasetyo Handono, mengungkapkan bahwa mobil yang terakhir kali ditawarkan dengan harga Rp700 juta tersebut belum menarik minat pembeli. Bahkan, dalam dua kali pelelangan yang telah dilakukan, belum ada satupun tawaran yang masuk. “Belum terjual (sampai saat ini), belum ada penawaran,” ujar Reza Prasetyo Handono pada Jumat (24/5/2024).

Pelelangan mobil ini telah dilakukan sejak bulan April 2024 oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Namun, hasilnya belum memuaskan karena mobil tersebut masih belum laku terjual. Uang dari hasil lelang diharapkan dapat digunakan sebagai biaya restitusi untuk David Ozora, korban dari perbuatan Mario terhadapnya.

Meski mobil mewah tersebut tak kunjung laku, kondisinya tetap terawat dan layak untuk dibandrol dengan harga yang ditetapkan. Namun, kendala utama terletak pada ketiadaan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), yang membuat proses penjualan menjadi lebih rumit.

Harga mobil yang awalnya ditawarkan sebesar Rp809 juta pada pelelangan pertama, kemudian turun menjadi Rp700 juta pada pelelangan kedua, dan rencananya akan diturunkan kembali menjadi Rp600 juta pada pelelangan ketiga. Meskipun demikian, proses lelang masih menunggu persetujuan dan pengajuan dari pihak berwenang.

Kisah mobil mewah Jeep Rubicon ini tidak hanya menjadi sorotan karena kasus kriminal yang terkait, tetapi juga karena perjalanan panjangnya dalam mencari pembeli. Bagaimanapun, kelanjutan dari kasus ini akan terus menjadi bahan perbincangan di masyarakat.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru