BREAKING NEWS
Senin, 16 Februari 2026

Pria Tewas Dalam Duel Pakai Pisau, Kisah Tragis Penolakan Sodomi di Sukabumi

BITVonline.com - Minggu, 05 Mei 2024 12:27 WIB
Pria Tewas Dalam Duel Pakai Pisau, Kisah Tragis Penolakan Sodomi di Sukabumi
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SUKABUMI -Tragedi kekerasan yang menggegerkan terjadi di sebuah kompleks perumahan di Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, telah menyisakan duka mendalam bagi warga sekitar. Sutarjo, yang lebih dikenal dengan nama Ceceu, seorang asisten rumah tangga yang setia, ditemukan tewas bersimbah darah di kediaman majikannya pada Sabtu (4/5) sekitar pukul 03.30 WIB. Kematian tragis ini bukan hanya mengguncang keamanan lingkungan yang selama ini dianggap aman, tetapi juga membawa petaka bagi keluarga dan teman-teman Ceceu.

Ketegangan semakin memuncak ketika polisi berhasil menangkap pelaku pembunuhan, seorang pria berinisial A, di Parungkuda ketika hendak melarikan diri. Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Ali Jupri, menjelaskan bahwa korban tewas akibat luka tusuk di leher. “Kondisi korban ada luka tusukan di sekitar leher,” ungkap Jupri, menegaskan kebiadaban peristiwa ini.

Namun, mengapa seorang asisten rumah tangga yang bertugas menjalankan tugas-tugas rumah tangga ini harus berakhir dengan begitu tragis? Motif yang mengerikan ini mengungkapkan bahwa pelaku dan korban telah saling mengenal sejak pelaku bekerja di sebuah salon di daerah Banten. Dengan motif pencarian pekerjaan, pelaku kemudian menghubungi korban yang kemudian memberikan uang saku kepada A. Namun, siapa yang menyangka bahwa kehadiran pelaku akan membawa maut. Saat korban mencoba melakukan tindakan sodomi terhadap pelaku, penolakan yang keras berujung pada aksi kekerasan yang mengerikan.

Setelah membunuh korban, pelaku bergegas mencari pelarian, namun upayanya tergagalkan. Diamankan di Parungkuda saat berada di dalam bus, pelaku sekarang harus menghadapi konsekuensi hukum atas perbuatannya yang mengerikan. Tindakan kekerasan yang dilakukan pelaku tidak hanya merenggut nyawa Ceceu, tetapi juga merusak kedamaian dan keamanan lingkungan sekitar.

Tidak hanya itu, kasus ini juga menyoroti asumsi-asumsi dan stereotip yang ada di masyarakat terkait dengan orientasi seksual seseorang. Berdasarkan penyelidikan sementara, polisi menduga bahwa korban adalah seorang gay. “Ada analisa, korban ini penyuka sesama jenis. Saya lihat dari kehidupan korban yang selama ini seorang laki-laki tapi dipanggil pun mak-mak,” ungkap polisi.

Peristiwa tragis ini seharusnya menjadi peringatan bagi kita semua untuk lebih berhati-hati dalam mengenal orang-orang yang masuk ke lingkungan pribadi kita. Tragedi ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan emosi dan penyelesaian konflik tanpa kekerasan. Semoga peristiwa ini memberikan pelajaran berharga bagi masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan damai bagi semua orang.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru