Walikota Medan Lepas Ribuan Peserta Jalan Santai HUT Harian Waspada
MEDAN Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, melepas ribuan peserta jalan santai dalam rangka HUT ke79 Harian Waspada di Jalan Balai
PERISTIWA
SUKABUMI -Tragedi kekerasan yang menggegerkan terjadi di sebuah kompleks perumahan di Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, telah menyisakan duka mendalam bagi warga sekitar. Sutarjo, yang lebih dikenal dengan nama Ceceu, seorang asisten rumah tangga yang setia, ditemukan tewas bersimbah darah di kediaman majikannya pada Sabtu (4/5) sekitar pukul 03.30 WIB. Kematian tragis ini bukan hanya mengguncang keamanan lingkungan yang selama ini dianggap aman, tetapi juga membawa petaka bagi keluarga dan teman-teman Ceceu.
Ketegangan semakin memuncak ketika polisi berhasil menangkap pelaku pembunuhan, seorang pria berinisial A, di Parungkuda ketika hendak melarikan diri. Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Ali Jupri, menjelaskan bahwa korban tewas akibat luka tusuk di leher. “Kondisi korban ada luka tusukan di sekitar leher,” ungkap Jupri, menegaskan kebiadaban peristiwa ini.
Namun, mengapa seorang asisten rumah tangga yang bertugas menjalankan tugas-tugas rumah tangga ini harus berakhir dengan begitu tragis? Motif yang mengerikan ini mengungkapkan bahwa pelaku dan korban telah saling mengenal sejak pelaku bekerja di sebuah salon di daerah Banten. Dengan motif pencarian pekerjaan, pelaku kemudian menghubungi korban yang kemudian memberikan uang saku kepada A. Namun, siapa yang menyangka bahwa kehadiran pelaku akan membawa maut. Saat korban mencoba melakukan tindakan sodomi terhadap pelaku, penolakan yang keras berujung pada aksi kekerasan yang mengerikan.
Setelah membunuh korban, pelaku bergegas mencari pelarian, namun upayanya tergagalkan. Diamankan di Parungkuda saat berada di dalam bus, pelaku sekarang harus menghadapi konsekuensi hukum atas perbuatannya yang mengerikan. Tindakan kekerasan yang dilakukan pelaku tidak hanya merenggut nyawa Ceceu, tetapi juga merusak kedamaian dan keamanan lingkungan sekitar.
Tidak hanya itu, kasus ini juga menyoroti asumsi-asumsi dan stereotip yang ada di masyarakat terkait dengan orientasi seksual seseorang. Berdasarkan penyelidikan sementara, polisi menduga bahwa korban adalah seorang gay. “Ada analisa, korban ini penyuka sesama jenis. Saya lihat dari kehidupan korban yang selama ini seorang laki-laki tapi dipanggil pun mak-mak,” ungkap polisi.
Peristiwa tragis ini seharusnya menjadi peringatan bagi kita semua untuk lebih berhati-hati dalam mengenal orang-orang yang masuk ke lingkungan pribadi kita. Tragedi ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan emosi dan penyelesaian konflik tanpa kekerasan. Semoga peristiwa ini memberikan pelajaran berharga bagi masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan damai bagi semua orang.
(N/014)
MEDAN Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, melepas ribuan peserta jalan santai dalam rangka HUT ke79 Harian Waspada di Jalan Balai
PERISTIWA
MEDAN Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mengajak kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tetap menjaga sikap kritis sekaligus mampu
PERISTIWA
MEDAN Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, berharap kepengurusan baru Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Utar
PARIWISATA
BINJAI, SUMUT Menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, DPD Tingkat II PKN Kota Binjai menggelar kegiatan donor darah bekerja sama deng
NASIONAL
TAPANULI TENGAH, SUMUT Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto), bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, m
NASIONAL
TAPANULI TENGAH, SUMUT Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto), me
NASIONAL
SOLO, JAWA TENGAH Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima, meminta agar UndangUndang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) tidak hanya
POLITIK
SIMALUNGUN, SUMUT Seorang pria bernama Chu Wen Lee Simanjuntak (37) meninggal dunia setelah dihajar rekannya, BS (42), di Kabupaten Sima
HUKUM DAN KRIMINAL
SURABAYA Nasib malang menimpa seorang balita berusia 4 tahun di Lakarsantri, Surabaya, setelah menjadi korban penganiayaan oleh paman da
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Para pemain Free Fire (FF) tidak boleh melewatkan kesempatan klaim kode redeem FF terbaru hari ini, 15 Februari 2026. Garena kemb
SAINS DAN TEKNOLOGI