Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Kasdam I Bukit Barisan, Brigjen TNI Refrizal, membenarkan penggerebekan ini. Ia mengungkapkan bahwa operasi dilakukan setelah pihaknya menerima laporan adanya dugaan keterlibatan oknum TNI dalam bisnis oli palsu. Namun, di lokasi, pihaknya tidak menemukan personel TNI yang terlibat, melainkan hanya pekerja dan barang bukti oli palsu.
Refrizal menambahkan bahwa oli yang ditemukan perlu diperiksa di laboratorium untuk memastikan keasliannya. "Sementara dari keterangan yang saya dapatkan, botolnya berbeda. Kemudian oli juga berbeda. Mungkin itu perlu pengujian laboratorium," ujarnya.
Empat orang pekerja telah diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Sementara itu, gudang yang diduga menjadi pusat produksi oli palsu ini telah beroperasi selama 2 hingga 3 tahun.
Pertamina Lubricants melalui Region Manager Sales I, Wahyu Ismail, mengapresiasi langkah yang diambil Kodam I Bukit Barisan. Ia menyebut bahwa Pertamina Lubricants memiliki sistem pengawasan ketat terhadap produk oli dan pelumasnya, termasuk barcode yang bisa dipindai untuk memastikan keaslian produk.
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.