Bukan Sumut, Ini 4 Daerah dengan Pemain Judol Terbanyak di Indonesia Menurut PPATK
JAKARTA Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap peta terbaru aktivitas judi online di Indonesia sepanjang 202
HUKUM DAN KRIMINAL
BELAWAN – Miris dan memalukan! Sebuah aksi perampokan terjadi di kawasan Bandar Deli, Pelabuhan Penumpang Belawan, pada Selasa, 25 Februari 2025, dan aparat kepolisian yang bertugas di lokasi justru memilih cuek dan tidak bertindak!
Korban, Agus Saidun, seorang sopir angkot asal Percut Sei Tuan, menjadi sasaran perampokan saat mengantar penumpang ke pelabuhan. Saat sedang membayar uang parkir di gerbang masuk, seorang pelaku dengan nekat dan terang-terangan merampas handphone dari tangan korban. Agus, yang refleks mengejar pelaku, berusaha melapor langsung kepada polisi lalu lintas yang sedang bertugas di dekat lokasi. Namun apa yang terjadi? Bukannya menolong atau mengejar pelaku, polisi tersebut malah menyuruh Agus membuat laporan ke Polres!

Kotak HP yang dirampok
Logikanya di mana? Kejahatan terjadi di depan mata, tapi polisi justru melempar tanggung jawab? Apakah harus menunggu laporan resmi dulu baru bisa bertindak? Jika begitu, untuk apa ada polisi di tempat kejadian kalau hanya berdiri dan menonton tanpa berbuat apa-apa?
Kejadian ini menampar keras wajah aparat keamanan di Pelabuhan Belawan. Pelabuhan internasional yang seharusnya menjadi gerbang negara justru dibiarkan dikuasai kriminal! Premanisme dan perampokan berkeliaran, sementara polisi yang seharusnya melindungi masyarakat justru bersikap seolah tak peduli. Apa kerja Polres Pelabuhan Belawan? Apakah keamanan publik bukan prioritas mereka?
Korban, yang merasa sangat kecewa dan marah, menyatakan bahwa pengamanan di pelabuhan ini sangat lemah dan jauh dari standar yang seharusnya diterapkan di pelabuhan kelas internasional. Jika keamanan di titik penting seperti pelabuhan saja tidak bisa dijaga, bagaimana dengan tempat-tempat lain di kota ini?
Kasus ini seharusnya menjadi peringatan keras bagi aparat kepolisian dan pengelola pelabuhan. Jangan hanya duduk manis sambil menikmati gaji dari rakyat, tapi saat rakyat butuh perlindungan, justru memilih berpaling! Sudah saatnya tindakan tegas diambil baik kepada para pelaku kejahatan maupun oknum aparat yang lalai dalam menjalankan tugasnya!
Jika situasi ini terus dibiarkan, maka kita patut bertanya: Apakah Pelabuhan Belawan masih milik negara atau sudah menjadi sarang para penjahat?
r05
JAKARTA Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap peta terbaru aktivitas judi online di Indonesia sepanjang 202
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDAR LAMPUNG Panitia Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) XV terus mematangkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan ajang o
OLAHRAGA
JAKARTA Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya bertujuan
EKONOMI
JAKARTA Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan ketersediaan pangan nasional tetap dalam kondisi aman meski Indonesia diprediksi akan
PERTANIAN AGRIBISNIS
JAKARTA Proses hukum dugaan penipuan dan penggelapan yang melibatkan PT Dana Syariah Indonesia (DSI) masih terus bergulir di Bareskrim P
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA PT Pertamina Patra Niaga menyatakan telah meningkatkan penyaluran sekaligus memperkuat distribusi bahan bakar minyak (BBM) di se
EKONOMI
JAKARTA Perubahan situasi keamanan global yang semakin kompleks dinilai membuat konsep lama profesionalisme militer tidak lagi sepenuhny
NASIONAL
MALANG Kementerian Koperasi (Kemenkop) menyebut Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dan
EKONOMI
CARACAS Kisah pilu datang dari Venezuela setelah dua gempa besar mengguncang negara tersebut pada Rabu (24/6/2026). Seorang ibu bernama
INTERNASIONAL
SEMARANG Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengaku menerima informasi akan adanya rencana demonstrasi pada 1 Juli 2026. A
NASIONAL