BREAKING NEWS
Selasa, 27 Januari 2026

Brutal! KKB Bantai 11 Pendulang Emas Ilegal di Yahukimo Papua, Lokasi Sulit Dijangkau, Situasi Masih Mencekam

- Rabu, 09 April 2025 19:43 WIB
Brutal! KKB Bantai 11 Pendulang Emas Ilegal di Yahukimo Papua,   Lokasi Sulit Dijangkau, Situasi Masih Mencekam
Ilustrasi.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

PAPUA -Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali menebar teror di Papua. Sebanyak 11 pendulang emas ilegal dilaporkan tewas dibantai di Kampung Brupmakot, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Kepala Satgas Operasi Damai Cartenz 2025, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, membenarkan insiden tersebut, meskipun belum bisa memastikan total jumlah korban secara pasti karena keterbatasan akses ke lokasi kejadian.

"Benar ada kejadian tersebut, tetapi berapa jumlah pastinya belum bisa dipastikan. Lokasi kejadian cukup jauh dan sulit diakses," ujar Brigjen Faizal, Rabu (9/4/2025).

Peristiwa berdarah itu terjadi sekitar 52 kilometer dari Dekai, ibu kota Kabupaten Yahukimo.

Jalan menuju lokasi sangat terbatas dan penuh risiko, membuat aparat gabungan belum bisa tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi maupun investigasi.

"Informasi awal kami dapatkan dari saksi mata yang berhasil keluar dari area penambangan," tambah Faizal.

Melalui rilis yang disebar oleh juru bicaranya, Sebby Sambom, KKB mengklaim bertanggung jawab atas pembantaian tersebut. Mereka menuduh para korban adalah aparat TNI/Polri yang menyamar sebagai pendulang emas.

"Mereka (korban) adalah aparat yang menyamar sebagai pendulang. Kami bertanggung jawab atas penindakan ini," bunyi pernyataan Sebby.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi kejadian masih mencekam dan belum kondusif.

Pihak keamanan terus berupaya untuk menembus wilayah tersebut guna melakukan proses evakuasi korban dan penyelidikan lanjutan.

Satgas Damai Cartenz mengaku berkomitmen mengungkap peristiwa keji ini, namun mengutamakan keselamatan tim lapangan dalam prosesnya.

"Kami akan terus berupaya menuju lokasi, namun dengan penuh kehati-hatian," tutup Brigjen Faizal.*

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru