Paripurna DPR Putuskan MKMK Tak Berwenang Proses Laporan Adies Kadir
JAKARTA Rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menyepakati bahwa Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) tidak
POLITIK
Mandailing Natal – Untuk kedua kalinya, Aliansi Mahasiswa Masyarakat Terintegrasi (ALMAMATER) kembali turun ke jalan melakukan aksi unjuk rasa di depan Markas Kepolisian Resor (Polres) Mandailing Natal (Madina), Senin (5/5/2025). Mereka menuntut kepastian hukum atas kasus pencabulan anak di bawah umur yang hingga kini belum menunjukkan perkembangan signifikan.
Aksi tersebut dipicu oleh belum ditangkapnya tersangka pencabulan berinisial LMP (42) meski telah ditetapkan sebagai tersangka sejak beberapa waktu lalu. Ironisnya, laporan atas kasus ini sudah berjalan lebih dari satu tahun setengah, namun pelaku masih bebas berkeliaran.
Berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/B/62/III/2024/SPKT/Polres Madina/Polda Sumut tertanggal 5 Maret 2024, pelaku melakukan aksi bejat terhadap korban berinisial SR (9) di rumah ibu korban EY (42) di Lingkungan I, Kelurahan Siabu, Kecamatan Siabu, Kabupaten Madina. EY mengungkap bahwa dirinya memergoki LMP keluar dari kamar gudang, sedangkan SR sedang memperbaiki celananya yang robek. Pelaku juga dilaporkan telah melakukan aksinya hingga tiga kali disertai ancaman kepada korban.
Dalam orasinya, Didi Santoso Piliang, koordinator aksi, menegaskan kekecewaan terhadap lambannya penegakan hukum oleh Polres Madina. "Sudah satu tahun lebih kasus ini berjalan, tapi pelaku belum ditangkap juga. Kami menduga ada ketidakseriusan dalam penanganannya," tegasnya.
Haris Munandar, selaku koordinator lapangan, menyatakan bahwa kasus ini adalah bentuk kejahatan berat yang tidak bisa ditolerir. "Pelaku pedofilia harus dibasmi! Kami mendesak Kapolres Madina, AKBP Arie Sofandi Paloh, untuk segera menangkap pelaku demi keadilan bagi korban," teriaknya lantang.
Aksi ini diikuti langsung oleh korban SR dan ibunya EY. Mereka menyampaikan keluh kesah dan trauma mendalam akibat kejadian tersebut. "Anak saya mengalami ketakutan berlebihan, bahkan untuk pergi ke sekolah pun kini sulit," ungkap EY dengan mata berkaca-kaca.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Madina, AKP Ikhwanuddin Nasution, SH, MH, menjelaskan bahwa tersangka sudah ditetapkan dan surat perintah penangkapan sudah diterbitkan. "Kami minta kerja sama dari masyarakat dan keluarga korban untuk segera memberikan informasi jika melihat keberadaan pelaku agar bisa segera kami amankan," ujarnya di hadapan massa aksi.
Para demonstran berharap penegakan hukum tidak pandang bulu dan memberi keadilan secepatnya bagi korban kekerasan seksual anak.*
JAKARTA Rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menyepakati bahwa Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) tidak
POLITIK
WASHINGTON, D.C. Presiden Prabowo Subianto memaparkan sejumlah program prioritas pemerintahannya di hadapan pengusaha Amerika Serikat da
NASIONAL
DELI SERDANG Pemerintah Kabupaten Deli Serdang meresmikan Kantor Camat dan Puskesmas Pagar Merbau yang baru pada Rabu (18/2/2026), denga
PEMERINTAHAN
TAPANULI SELATAN, SUMATERA UTARA Kabupaten Tapanuli Selatan mencatatkan prestasi gemilang dalam pencegahan korupsi daerah. Berdasarkan r
PEMERINTAHAN
JAKARTA Ahmad Sahroni resmi menjabat kembali sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI, menggantikan Rusdi Masse yang berpindah dari NasDem
POLITIK
WASHINGTON DC Presiden Prabowo Subianto memamerkan capaian penghematan anggaran negara sebesar USD 18 miliar atau sekitar Rp303,1 triliu
EKONOMI
JAKARTA Pemerintah menegaskan tidak memiliki rencana untuk mengembalikan UndangUndang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) ke versi la
POLITIK
JAKARTA Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) mengalami kenaikan tipis pada perdagangan Kamis (19/2/2026). Berdasarkan laman resm
EKONOMI
BATUBARA Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Labuhan Ruku menggelar kegiatan gotong royong kebersih
NASIONAL
MEDAN Meski diguyur rintik hujan, jajaran Pemko Medan, TNI, dan Polri tetap semangat mengikuti apel gabungan pemantauan ketenteraman mas
PEMERINTAHAN