IHSG Dibuka Menguat 2,85 Persen, Tembus Level 6.178!
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Senin, 15 Juni 2026. Penguatan terjadi seiring meningkatnya m
EKONOMI
BANDUNG -Polemik antara mantan pemain sirkus Oriental Circus Indonesia (OCI) dan pihak manajemen Taman Safari Indonesia masih bergulir. Tawaran uang damai sebesar Rp 150 juta per orang yang diberikan oleh Taman Safari ditolak mentah-mentah oleh para eks pemain sirkus.
Kuasa hukum para mantan pemain, Muhammad Sholeh (Cak Sholeh), menyebut bahwa jumlah tersebut sangat jauh dari nilai kompensasi layak yang sudah dihitung oleh Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Barat, yakni sebesar Rp 700 juta per orang.
"Rp 700 juta itu sudah dihitung berdasarkan masa kerja sekitar 15 tahun dan menggunakan acuan UMK. Jadi bukan asal sebut," tegas Cak Sholeh kepada Kompas.com, Rabu (7/5/2025).
Tolak Tawaran Tak Manusiawi
Sholeh mengkritik keras sikap Taman Safari yang hanya menawarkan nominal Rp 150 juta, yang menurutnya tidak manusiawi mengingat lamanya para korban bekerja tanpa digaji.
"Taman Safari bukan usaha kecil, mereka konglomerat. Kalau mereka keluar uang Rp 50 miliar pun tidak akan bangkrut. Tawaran Rp 150 juta itu pelit dan menyakitkan," ucapnya.
Ia juga membantah narasi bahwa para eks pemain dianggap bagian dari keluarga oleh OCI. "Kalau benar keluarga, seharusnya disekolahkan, diberi kesempatan bertemu orang tua. Ini faktanya tidak begitu," tambahnya.
Respons Pihak OCI
Sementara itu, kuasa hukum OCI, Hamdan Zoelva, mengonfirmasi bahwa pihak mantan pemain menuntut Rp 700 juta. Ia menganggap tuntutan itu terlalu tinggi dan membuka kemungkinan penyelesaian lewat jalur hukum.
"(Mereka mintanya) Rp 700 juta lebih. Saya bilang ayo kita hadapi secara hukum. Hitung-hitungan kita uji di pengadilan," ujar Hamdan.
OCI sempat menawarkan tidak hanya kompensasi uang Rp 150 juta, tetapi juga peluang usaha bagi eks pemain sirkus, seperti menjadi supplier atau pedagang di lingkungan Taman Safari. Namun, tawaran ini belum diterima para eks pemain.
Mediasi Gagal
Sebelumnya, pertemuan mediasi digelar secara tertutup pada 5 Mei 2025 di Gedung Pakuan, Bandung, dimediasi oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Hadir juga Direktur Taman Safari, Aswin Sumampau, yang menyampaikan langsung tawaran tersebut.
Dengan belum tercapainya kesepakatan, potensi langkah hukum dari para eks pemain terhadap manajemen Taman Safari semakin terbuka lebar. Kasus ini juga mulai mendapat perhatian dari Kementerian Hukum dan HAM, yang meminta Bareskrim Polri menyelidiki kemungkinan unsur pidana.*
(km/j006)
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Senin, 15 Juni 2026. Penguatan terjadi seiring meningkatnya m
EKONOMI
JAKARTA Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami kenaikan pada perdagangan Minggu, 14 Juni 2026. Kenaikan ini
EKONOMI
MEDAN Nama dr. Ferdinand Lumban Tobing mungkin tidak sepopuler sejumlah tokoh nasional lainnya. Namun, sosok kelahiran Tapanuli ini memi
SOSOK
JAKARTA Sejumlah laga menarik mewarnai matchday pertama fase grup Piala Dunia 2026, Senin (15/6/2026). Pertandingan Grup F antara Beland
OLAHRAGA
JAKARTA Platform pengujian performa perangkat AnTuTu kembali merilis daftar tablet Android flagship dengan performa tertinggi untuk peri
SAINS DAN TEKNOLOGI
OlehDr. Rika Hardani, M.Si. Dosen.BELAKANGAN ini, ada satu fenomena sosial yang terasa semakin nyata di tengah kehidupan masyarakat Indones
OPINI
JAKARTA Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) masih menjadi salah satu solusi pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)
EKONOMI
JAKARTA Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Selain menandai awal Tahun Baru Hijriah, Muharram juga se
AGAMA
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution berharap Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke40 Tingkat Provinsi Sumatera Utara tidak hanya
PEMERINTAHAN
SAMOSIR Ajang lari lintas alam internasional Trail of The Kings Ultra Trail du Mont Blanc (UTMB) 2026 resmi berakhir di Kabupaten Samosi
OLAHRAGA