Lemas & Harus Diinfus Usai Santap MBG: 17 Siswa SD Medan Tumbang, Orang Tua Desak Evaluasi
MEDAN Sebanyak 17 siswa SD Negeri 060870 Center 1, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Sumatera Utara, diduga mengalami keracunan setelah m
PERISTIWA
SEMARANG -Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) berhasil membekuk empat preman berkedok wartawan yang melakukan aksi pemerasan terhadap pengunjung hotel.
Dalam kasus ini, para tersangka mengintai tamu hotel yang menggunakan mobil mewah, lalu memeras mereka dengan modus mengaku sebagai wartawan media nasional.
Empat tersangka yang ditangkap adalah Herdyah Mayandini Giatayu (33), Abraham Marturia Siregar (26), Kevin Sitinjak (25), dan Indra Hermawan (30). Mereka ditangkap pada Selasa (13/5/2025), sementara tiga orang lainnya berhasil melarikan diri.
"Aksi mereka menyasar tamu hotel yang mengendarai mobil mewah. Mereka buntuti korban, lalu memotret dan mengaku sebagai wartawan dari media nasional seperti Kompas dan Detik," ujar Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Pol Dwi Subagio, dalam konferensi pers di Mapolda Jateng, Jumat (16/5).
Modus: Mengaku Wartawan, Minta Uang Puluhan Juta
Salah satu korban kasus ini merupakan tamu Hotel Alam Indah Gombel, Kota Semarang, yang kala itu sedang melakukan pertemuan, Jumat 14 Maret 2025. Korban kemudian diikuti hingga ke tempat kerjanya di kawasan Ruko Teras Bali, Kecamatan Mijen.
Di lokasi tersebut, para pelaku mendatangi korban dan mengaku wartawan dari media besar. Korban yang ketakutan akhirnya menuruti permintaan uang sebesar Rp150 juta. Namun setelah negosiasi, korban menyerahkan Rp12 juta yang ditransfer ke rekening pelaku. Kasus ini kemudian dilaporkan ke polisi pada 30 April 2025.
"Mereka targetkan warga ekonomi menengah atas. Korbannya dari kalangan DPRD, dokter, akademisi, hingga pengusaha," jelas Kombes Dwi.
Media Fiktif dan Jaringan Premanisme
Polda Jateng menemukan bahwa keempat pelaku menggunakan identitas dari media tidak terdaftar di Dewan Pers, yaitu Moralitynews, Mata Bidik, dan Siasat Kota. Dua pelaku berasal dari satu media yang sama.
"Kami periksa ke Dewan Pers, media mereka tidak jelas dan tidak terdaftar," tambahnya.
Dari pengakuan para pelaku, kelompok ini telah melakukan aksi pemerasan sebanyak 9 kali sejak tahun 2020. Mereka beraksi di:
MEDAN Sebanyak 17 siswa SD Negeri 060870 Center 1, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Sumatera Utara, diduga mengalami keracunan setelah m
PERISTIWA
TAPTENG Bayi perempuan berusia sekitar 3 bulan ditemukan dalam kondisi hidup di pinggir jalan Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka, Kabupate
PERISTIWA
JAKARTA Rocky Gerung menyarankan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengundurkan diri di tengah polemik persyaratan pendidikan yang kem
POLITIK
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution mengungkapkan pernah berselisih dengan seorang kepala kejaksaan negeri (Kajari) saat
NASIONAL
MEDAN Sebanyak 17 murid UPT SD Negeri 060870 Medan Timur, Kota Medan, Sumatera Utara, diduga mengalami keracunan setelah menyantap Makanan
PERISTIWA
JAKARTA Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menyebut sejumlah fraksi di DPR RI mulai
NASIONAL
JAKARTA Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Jumat (9/10/2026). Rupiah naik 16 poin ata
EKONOMI
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Jumat (9/10/2026). IHSG naik 62,48 poin atau 1,04 ke level 6.
EKONOMI
JAKARTA Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono mendesak Polisi Militer (POM) TNI mengusut tuntas dugaan jaringan judi online (judol) yan
HUKUM DAN KRIMINAL
BATU BARA Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku menggelar Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) untuk membahas usulan
PEMERINTAHAN