Prakiraan Cuaca Sumut Hari Ini, Minggu 4 Oktober 2026: Sebagian Besar Wilayah Hujan Ringan
SUMUT Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca untuk wilayah Sumatera Utara pada Minggu, 4 Okto
NASIONAL
TANJUNGPINANG - Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau (Kejati Kepri) tengah mendalami dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek penerapan sistem tiket elektronik (e-ticketing) kapal ferry di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP), Tanjungpinang.
Proyek yang diluncurkan sejak akhir 2024 itu kini menuai sorotan tajam karena dugaan penyimpangan dalam pelaksanaannya.
Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Kepri, Yusnar Yusuf, membenarkan bahwa pihaknya saat ini sedang melakukan proses pengumpulan data dan bahan keterangan terkait proyek tersebut.
"Benar, sedang dilakukan pengumpulan data dan bahan keterangan," ujar Yusnar, Senin (8/7/2025).
Menurutnya, penyidik telah meminta keterangan dari sejumlah pihak yang dianggap relevan dengan penerapan sistem e-ticketing di pelabuhan tersebut.
Namun Yusnar belum dapat membeberkan secara detail siapa saja pihak-pihak yang telah dipanggil dalam tahap awal penyelidikan ini.
"Ada beberapa orang atau pihak yang sudah dimintai keterangan. Pihak-pihak terkait penerapan sistem e-ticketing kapal ferry di Pelabuhan Sri Bintan Pura," tambahnya.
Sebagaimana diketahui, sistem e-ticketing di Pelabuhan SBP mulai diberlakukan pada akhir 2024 melalui kerja sama antara pihak pelabuhan dengan perusahaan swasta penyedia layanan aplikasi dan perangkat tiket digital.
Namun, sejak awal penerapannya, kebijakan ini menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat dan pengguna jasa.
Dalam praktiknya, banyak pengguna yang mengeluhkan tidak berfungsinya mesin e-ticketing di pintu masuk pelabuhan.
Dari empat unit mesin yang terpasang, sebagian besar sering dalam kondisi tidak aktif dan tidak dapat digunakan untuk pembelian tiket secara elektronik.
Akibatnya, banyak penumpang yang masih memilih membeli tiket secara manual melalui loket.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan atas efektivitas penggunaan anggaran serta transparansi kerja sama dengan pihak swasta.
Kejati Kepri pun mendalami indikasi adanya penyimpangan dalam proses pengadaan maupun pengelolaan sistem tersebut.
Yusnar menegaskan bahwa proses penyelidikan masih berada pada tahap awal, dan pihaknya akan terus mengembangkan informasi berdasarkan hasil klarifikasi dan dokumen yang dikumpulkan.
"Segala bentuk indikasi yang ditemukan akan didalami lebih lanjut. Jika ditemukan adanya unsur pidana, maka penyidikan akan ditingkatkan," tutupnya.
Kejaksaan mengimbau masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam mengawasi jalannya program pelayanan publik dan melaporkan jika menemukan dugaan penyalahgunaan anggaran atau wewenang.*
(d/a008)
SUMUT Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca untuk wilayah Sumatera Utara pada Minggu, 4 Okto
NASIONAL
ACEH Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca untuk wilayah Aceh pada Minggu, 4 Oktober 2026. H
NASIONAL
JAWA BARAT Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca untuk wilayah Jawa Barat pada Minggu, 4 Okto
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca untuk wilayah Jakarta pada Minggu, 4 Oktober 2
NASIONAL
YOGYAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (D
NASIONAL
BALI Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca untuk sejumlah wilayah di Bali pada Minggu, 4 Okt
NASIONAL
TANJUNGBALAI Pemerintah Kota Tanjungbalai mematangkan persiapan menghadapi Verifikasi dan Validasi (Verval) Lapangan Program Kampung Kre
PEMERINTAHAN
TANJUNGBALAI Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim meninjau langsung pekerjaan normalisasi dan pembongkaran drainase di Jalan Listrik
PEMERINTAHAN
TANJUNGBALAI Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim menerima audiensi pengurus Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tanjungbalai ya
PEMERINTAHAN
JAKARTA Perombakan Kabinet Merah Putih yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto pada awal Oktober 2026 dinilai belum menunjukkan perubah
POLITIK