BREAKING NEWS
Kamis, 05 Maret 2026

Polda NTB Ungkap 15 Korban Dugaan Pelecehan Seksual Pria Difabel, Mayoritas Mahasiswi

BITVonline.com - Sabtu, 07 Desember 2024 09:11 WIB
Polda NTB Ungkap 15 Korban Dugaan Pelecehan Seksual Pria Difabel, Mayoritas Mahasiswi
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MATARAM -Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) mengungkapkan bahwa sejauh ini sudah ada 15 korban yang menjadi sasaran dugaan pelecehan seksual oleh IWAS (21), seorang pria difabel asal Mataram. Korban-korban tersebut sebagian besar perempuan, termasuk mahasiswi, dan sebagian kecil anak-anak.

Menjelaskan bahwa sebagian besar korban merupakan mahasiswi dengan berbagai latar belakang. “Korban ini sebagian besar perempuan, sebagian mahasiswi, ada pertimbangan-pertimbangan mereka yang perlu kami jaga juga. Jadi, mohon kita sama-sama juga hargai hak-hak dari mereka,” ujar Syarif dalam konferensi pers, Sabtu (7/12/2024).

Syarif juga menjelaskan bahwa dari 15 korban yang teridentifikasi, tujuh korban sudah dimintai keterangan, termasuk korban pertama yang menjadi pelapor, MA, serta dua saksi awal. Selain itu, terdapat tambahan dua saksi yang juga mengalami kasus yang sama dengan korban lainnya.

Tujuh korban yang sudah dimintai keterangan ini dianggap sebagai bukti pendukung untuk berkas perkara IWAS. “Enam korban tambahan selain pelapor, berstatus sebagai saksi korban yang pernah mengalami peristiwa yang sama. Mereka di-BAP untuk menguatkan bukti pendukung laporan pertama,” tambah Syarif.

Syarif juga menambahkan, laporan ini didasari oleh satu laporan polisi yang pertama kali disampaikan ke pihak kepolisian, dan kini tengah diselidiki lebih lanjut. Polisi juga telah membuka posko pengaduan bagi masyarakat yang ingin melaporkan kasus serupa.

Pihak kepolisian memastikan akan terus melanjutkan penyidikan dan mendalami laporan-laporan yang mungkin muncul ke depannya. “Saksi korban yang masuk dalam BAP berkas perkara milik tersangka IWAS ini bagian dari jumlah korban yang melapor ke Komisi Difabel Daerah (KDD) Provinsi NTB,” kata Kombes Syarif.

Sementara itu, pihak kepolisian juga menunggu kemungkinan laporan-laporan lanjutan dari korban lain yang telah terdata di KDD. “Entah itu nanti apakah yang berikutnya, yang sudah terdata di KDD, apakah melapor kepada kami dalam bentuk laporan polisi yang baru, tentu itu untuk cerita berikutnya,” jelasnya.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru