TP PKK Simalungun Luncurkan Pengajian Sahabat Qur’ani, Ajak Masyarakat Mengamalkan Al-Qur’an
SIMALUNGUN Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Simalungun menyelenggarakan pengajian lintas sektoral da
AGAMA
MEDAN - Kerani Humas/Protokoler PTPN-IV Regional-II Hari Pratama menegaskan, sampai saat ini belum ada surat edaran resmi dari manajemen PTPN-IV untuk menghentikan pemberian bantuan uang beras yang menjadi hak ribuan pensiunan perusahaan BUMN perkebunan itu.
"Sampai sekarang belum ada surat edaran untuk penghentian uang beras itu," tegas Hari Pratama kepada bitvonline.com, Selasa (15/07/2025).
Hari Pratama menjelaskan, urusan penyaluran bantuan beras kepada para pensiunan ini, merupakan tugas dari Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) PTPN-IV Regional-II. Saat ini, Direktur SDM PTPN-IV Regional-II adalah Suhendri.
Sesuai informasi dari Bagian SDM PTPN-IV, lanjut Hari Pratama, bantuan beras pensiunan yang tidak dibayarkan tersebut hanya dua bulan, yakni Mei dan Jun 2025. "Tapi, saya juga tidak bisa menjelaskan penjang lebar. Sepengetahuan saya, segitu (dua bulan-red)," jelas Hari Pratama.
Penjelasan Hari Pratama tersebut berbeda dengan pengakuan para pensiunan. Para karyawan pensiunan justru mengaku, bahwa sudah tiga bulan bantuan beras tersebut dihentikan penyalurannya. Hal ini membuat ribuan karyawan pensiunan merasa resah. Karena bagi mereka, bantuan beras itu sangat berarti untuk kebutuhan keluarga.
Hari Pratama juga mengaku tidak dapat menjelaskan secara lebih rinci apa yang menjadi alasan penghentian bantuan beras tersebut. Biasanya, bantuan beras tersebut diberikan setiap akhir bulan, antara tanggal 25-28 setiap bulan. "Belum. Saya belum tau," jelas Hari ketika ditanya apa alasan penghentian bantuan beras.
Diduga Dikorupsi
Seperti diberitakan sebelumnya, diperkirakan miliaran rupiah bantuan uang beras kepada para pensiunan karyawan PTPN-IV, tidak dibayarkan selama tiga bulan. Padahal, bantuan uang beras itu, biasanya diterima para pensiunan di akhir bulan.
Saat ini, ribuan pensiunan PTPN-IV kebingungan kenapa bantuan beras hingga kini tidak dicairkan.Sementara, sampai saat ini, tidak ada penjelasan resmi dari manajemen PTPN-IV terkait penghentian pembayaran bantuan uang beras tersebut.
Pensiunan yang mohon namanya tidak disebutkan itu menjelaskan, besaran uang beras tersebut bervariasi. Besarannya sesuai golongan atau tanggungan karyawan. Pensiunan karyawan Golongan 5 misalnya, mendapatkan uang pengganti beras sebesar Rp 175.000 per bulan.
Saat ini, semakin berkembang isu di tengah para pensiunan bahwa uang bantuan beras untuk para pensiunan tersebut diduga telah dikorupsi oleh oknum-oknum pejabat di PTPN. "Manajemen PTPN-IV sendiri, tidak ada memberi penjelasan kemana uang bantuan beras pensiunan itu digunakan? Selama ini kan bantuan beras itu selalu cair. Tapi kali ini kok tidak cair? Ke mana uangnya?* tegas salah seorang pensiunan karyawan.*
SIMALUNGUN Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Simalungun menyelenggarakan pengajian lintas sektoral da
AGAMA
SIMALUNGUN Kelompok Kerja (Pokja) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Simalungun bekerja sama dengan Dinas Pendidikan menggelar k
PENDIDIKAN
JAKARTA Kepala Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Sumatera sekaligus Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, me
NASIONAL
WASHINGTON DC Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan ucapan khusus untuk umat Muslim, secara khusus di AS, menyambut bulan s
INTERNASIONAL
SURAKARTA Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, menghadiri sidang gugatan Citizen Lawsuit (CLS) terkait ijazah Presiden ke7 RI
POLITIK
MEDAN Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, mengingatkan aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk me
PEMERINTAHAN
PALUTA Kondisi Pasar Gunungtua, pusat perekonomian Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), terlihat semrawut pada Selasa sore (17/2/2026)
NASIONAL
JAKARTA Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menggelar rapat bersama pemerintah untuk membahas percepatan rehabi
NASIONAL
DENPASAR Satgas Pangan Polda Bali bersama instansi terkait melakukan pengecekan harga dan stok bahan pokok di sejumlah pasar modern dan
EKONOMI
JAKARTA Memasuki hari pertama ibadah puasa Ramadhan 1447 Hijriah, umat Islam perlu memastikan bacaan doa sahur dan niat puasa dilakukan
AGAMA