Sebagian Besar Sumatera Utara Diguyur Hujan Ringan, Kelembapan Tinggi Capai 99 Persen
MEDAN Cuaca di sebagian besar wilayah Sumatera Utara pada hari ini didominasi hujan ringan dan kondisi berawan. Intensitas hujan terpant
NASIONAL
MEDAN - Dugaan persekongkolan dalam proses lelang proyek pembangunan sarana dan prasarana pendukung Lapangan Merdeka tahun anggaran 2025 senilai Rp77,6 miliar di Kota Medan menjadi sorotan publik.
Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Swadaya Masyarakat Lumbung Informasi Rakyat (DPW LSM LIRA) Sumatera Utara meminta Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumut, Dr. Harli Siregar, untuk mengusut tuntas indikasi pelanggaran dalam proses lelang tersebut.
Sekretaris Wilayah DPW LIRA Sumut, Andi Nasution, menyampaikan bahwa pihaknya menemukan sejumlah kejanggalan dari hasil evaluasi proses tender.
Menurutnya, dari 10 peserta lelang, hanya satu perusahaan, yakni PT Lestari Nauli Jaya, yang dinyatakan memenuhi persyaratan dan akhirnya memenangkan lelang.
"Kesembilan perusahaan lainnya dinyatakan gugur dengan alasan seragam, yaitu tidak menyampaikan jaminan penawaran dan tidak melampirkan dokumen teknis sesuai ketentuan. Padahal mereka telah mengunggah dokumen dan mengikuti proses penawaran," ujar Andi dalam keterangan pers, Rabu (6/8/2025).
Andi menduga telah terjadi praktik persekongkolan horizontal, yaitu kesengajaan dari sejumlah peserta lelang untuk berpura-pura ikut serta demi memberi jalan bagi satu perusahaan tertentu menjadi pemenang.
"Jika memang terbukti adanya kesengajaan seperti itu, maka ini bisa dikategorikan sebagai persekongkolan tender. Kami mendesak agar Kejaksaan Tinggi Sumut menggandeng Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk mengusutnya," tegasnya.
Lebih lanjut, LIRA juga menyoroti persyaratan lelang yang dinilai terlalu spesifik dan hanya dapat dipenuhi oleh satu perusahaan.
Misalnya, hanya PT Lestari Nauli Jaya yang memenuhi kualifikasi perusahaan besar dan memiliki Sertifikasi Badan Usaha (SBU) BG 04, sementara peserta lainnya merupakan perusahaan menengah hingga kecil.
LIRA menduga ada keterlibatan oknum tertentu di Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (PKPCTKR) Kota Medan dalam proses ini.
Sembilan perusahaan yang gugur diduga hanya menjadi "penggembira" demi memenuhi syarat administratif pelaksanaan tender.
"Ini menjadi catatan penting bagi penegak hukum. Harapan besar tertuju kepada Kajati Sumut yang baru, Bapak Dr. Harli Siregar, untuk menunjukkan komitmen dalam pemberantasan praktik kolusi dan korupsi di Sumatera Utara," pungkas Andi.
MEDAN Cuaca di sebagian besar wilayah Sumatera Utara pada hari ini didominasi hujan ringan dan kondisi berawan. Intensitas hujan terpant
NASIONAL
JAKARTA Cuaca di wilayah DKI Jakarta pada hari ini diprakirakan didominasi kondisi berawan di seluruh wilayah administratif. Meski tidak
NASIONAL
BANDUNG Cuaca di wilayah Jawa Barat pada hari ini didominasi hujan ringan dan kondisi berawan di sejumlah daerah. Intensitas hujan terca
NASIONAL
YOGYAKARTA Cuaca cerah diprakirakan mendominasi seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada hari ini. Kondisi ini terjadi mera
NASIONAL
DENPASAR Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang mengguyur hampir seluruh wilayah Bali pada hari ini.Kondisi ini terjadi merata di
NASIONAL
JAKARTA Mabes TNI merespons perkembangan situasi terkait kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pengacara Presiden ke7 Joko Widodo (Jokowi), Rivai Kusumanegara, mengungkapkan adanya syarat yang diajukan oleh kliennya terkai
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Indonesia menanggapi beredarnya kabar yang menyebutkan bahwa Indonesia menghentikan sementara
NASIONAL
JAKARTA Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, mendukung langkah pemerintah untuk melakukan efisiensi anggaran dalam rangka m
PENDIDIKAN
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah melakukan efisiensi anggaran sebagai langka
EKONOMI