AHY Tegaskan Aktivitas Demokrat Bukan Manuver Politik, Fokus Kawal Pemerintahan Prabowo
JAKARTA Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa intensitas kegiatan partainya yang belakangan menin
POLITIK
MATARAM -Kasus pelecehan seksual yang melibatkan seorang pemuda disabilitas tanpa tangan, I Wayan Agus Suartama alias Iwas, baru-baru ini menggegerkan publik. Agus, seorang mahasiswa asal Nusa Tenggara Barat (NTB), ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pelecehan seksual terhadap seorang mahasiswi di Mataram, NTB.
Kasus ini terungkap setelah pihak kepolisian menerima laporan pengaduan dari korban perempuan pada 7 Oktober 2024, yang melaporkan adanya tindak pidana pelecehan seksual fisik. Berdasarkan laporan polisi Nomor: LP/B/166/X/2024/SPKT/POLDA NTB, Agus kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan rumah selama 20 hari ke depan.
Agus, yang kini menjadi sorotan publik, angkat bicara mengenai tuduhan tersebut. Ia mengungkapkan rasa heran terkait penetapannya sebagai tersangka. “Saya dituduh memperkosa dalam kondisi tubuh saya seperti ini (disabilitas tanpa kedua tangan). Sekarang saya ditahan 20 hari ke depan di rumah, di mana saya ditahan di rumah ini, dan alat bukti saya belum tahu,” ujar Agus saat diwawancarai pada Senin (2/12).
Meskipun kondisi fisiknya terbatas, pernyataan Agus ini memicu perdebatan panas di media sosial. Beberapa netizen menyatakan kebingungan tentang bagaimana seorang pemuda disabilitas tanpa tangan bisa terlibat dalam tindakan pelecehan seksual, sementara yang lainnya mempertanyakan kredibilitas tuduhan tersebut.
Polda NTB melalui Direktorat Reskrimum Subdit PPA telah menangani kasus ini dengan serius. Penyidik dari Polda NTB mengungkapkan bahwa penetapan Agus sebagai tersangka bukanlah keputusan yang diambil dengan tergesa-gesa. “Kami selaku penyidik Direktorat Reskrimum Polda NTB Subdit PPA menindaklanjuti laporan ini. Proses ini berjalan bukan serta-merta langsung kita tetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka,” ungkap Syarif, penyidik Polda NTB.
Kasus ini tidak hanya memunculkan polemik hukum, tetapi juga perdebatan publik yang sangat luas di media sosial. Banyak yang meragukan kebenaran kasus tersebut mengingat kondisi fisik Agus, sementara yang lain meyakini adanya dugaan pelecehan seksual yang harus diproses sesuai hukum.
Kasus ini menjadi viral di media sosial, dengan netizen memberikan berbagai pendapat. Beberapa berpendapat bahwa dengan kondisi fisiknya yang tidak memiliki kedua tangan, Agus tidak mungkin bisa melakukan pelecehan seksual. “Buat megangin aja dia enggak punya tangan, didorong ceweknya aja udah jatuh, belum lagi gimana dia buka celananya, susah pasti,” tulis salah satu akun di media sosial.
Namun, ada pula yang menduga adanya bentuk paksaan atau ancaman dari Agus terhadap korban. “Si Agus ini bener bersalah dengan ancaman akan menyebarkan sesuatu ke si korban akhirnya karena enggak mau seperti itu, si korban mau enggak mau harus menghitung maunya si Agus ini untuk disetubuhi,” ujar akun lainnya.
Polda NTB saat ini masih melanjutkan penyelidikan kasus ini dan mengumpulkan bukti-bukti lebih lanjut. Kasus ini akan terus berkembang seiring dengan berlangsungnya proses hukum yang berjalan.
(N/014)
JAKARTA Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa intensitas kegiatan partainya yang belakangan menin
POLITIK
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggelar WalkIn Interview sebagai langkah percepatan pertemuan langsung antara pencari
EKONOMI
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan intensif dengan presiden dan wakil presiden terdahulu, ketua umum partai politik,
NASIONAL
BANDUNG Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam menjalankan politik luar negeri bebas
NASIONAL
JAKARTA Wardatina Mawa mengungkap kekecewaan dan trauma yang kembali muncul saat menjalani pemeriksaan sebagai saksi atas laporan akses
ENTERTAINMENT
GIANYAR Kapolres Gianyar, Candra C. Kesuma, S.I.K., M.H., menghadiri kegiatan Buka Puasa Bersama Harmoni Ramadhan yang digelar di Taman
NASIONAL
BANDA ACEH Pemerintah Aceh akan menggelar malam Nuzulul Qur&039an pada Jum&039at, 6 Maret 2026, bertempat di Masjid Raya Baiturrahma
PEMERINTAHAN
MEDAN Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara, Sulaiman Harahap, menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) bersama K
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja dalam membangun
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memastikan peringatan Nuzulul Quran 17 Ramadan 1447 H akan dilaksanakan di Istana Negara.
AGAMA