Sebagian Besar Sumatera Utara Diguyur Hujan Ringan, Kelembapan Tinggi Capai 99 Persen
MEDAN Cuaca di sebagian besar wilayah Sumatera Utara pada hari ini didominasi hujan ringan dan kondisi berawan. Intensitas hujan terpant
NASIONAL
JAKARTA- Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) RI, Irjen Pol (Purn) Arief Wicaksono Sudiutomo, memberikan penjelasan terkait situasi yang melibatkan Kabag Ops Polres Solok Selatan, AKP Dadang Iskandar, yang tidak diborgol saat diperiksa oleh anggota Propam Polda Sumbar setelah penyerahan diri pada Minggu, 24 November 2024. Arief menjelaskan bahwa pada saat kejadian, anggota Propam yang bertugas tidak mengetahui permasalahan yang tengah dihadapi oleh AKP Dadang, sehingga tidak langsung melakukan tindakan seperti yang diharapkan.
“Saat itu, anak buahnya Kabid Propam yang piket memang kaget. Bayangkan saja, orang sedang enak-enaknya istirahat, tiba-tiba ada yang datang, dan itu adalah Kabag Ops Polres Solok Selatan,” ujar Arief dalam keterangannya di Mapolda Sumbar.
Arief mengungkapkan bahwa pada saat AKP Dadang Iskandar menyerahkan diri ke Mapolda Sumbar, waktu sudah menunjukkan pukul 04.00 WIB. Hal ini disebabkan jarak yang cukup jauh antara Solok Selatan dan Padang, yang dapat memakan waktu sekitar 4 hingga 5 jam perjalanan. Peristiwa yang terjadi pada pukul 00.15 WIB malam sebelumnya, baru dilaporkan ke Mapolda pada dini hari, yang menyebabkan ketidaktahuan anggota Propam mengenai permasalahan yang terjadi.
“Tentu saja anggota Propam yang piket tidak mengetahui permasalahan tersebut, karena mereka baru mendapat informasi setelah AKP Dadang sampai di Polda, pada waktu yang cukup larut,” tambah Arief.
Lebih lanjut, Arief menjelaskan bahwa proses yang terjadi pada saat pemeriksaan awal terhadap AKP Dadang bukanlah bagian dari Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Pemeriksaan tersebut merupakan wawancara awal, yang bertujuan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai kejadian tersebut. Baru setelah laporan masuk, prosedur pemeriksaan yang lebih formal dilakukan, termasuk pemborgolan dan pemberian rompi tahanan.
“Setelah itu, sesuai prosedur, AKP Dadang baru diborgol dan diberi rompi tahanan. Jadi, dalam video yang beredar, seolah-olah dia datang dengan pengawalan. Padahal itu adalah bagian dari proses awal pemeriksaan,” jelas Arief.
Insiden ini menarik perhatian publik setelah beredarnya video yang memperlihatkan AKP Dadang Iskandar tidak diborgol saat berada di Mapolda Sumbar. Namun, Kompolnas menegaskan bahwa proses tersebut sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku dalam penyidikan.
Sementara itu, Polda Sumbar terus mendalami kasus penembakan yang melibatkan AKP Dadang Iskandar terhadap Kasat Reskrim Polres Solok, AKP Ryanto Ulil Anshari, yang menyebabkan tewasnya korban. Polisi masih menginvestigasi motif dan latar belakang kejadian yang memicu tindakan tersebut.
(JOHANSIRAIT)
MEDAN Cuaca di sebagian besar wilayah Sumatera Utara pada hari ini didominasi hujan ringan dan kondisi berawan. Intensitas hujan terpant
NASIONAL
JAKARTA Cuaca di wilayah DKI Jakarta pada hari ini diprakirakan didominasi kondisi berawan di seluruh wilayah administratif. Meski tidak
NASIONAL
BANDUNG Cuaca di wilayah Jawa Barat pada hari ini didominasi hujan ringan dan kondisi berawan di sejumlah daerah. Intensitas hujan terca
NASIONAL
YOGYAKARTA Cuaca cerah diprakirakan mendominasi seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada hari ini. Kondisi ini terjadi mera
NASIONAL
DENPASAR Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang mengguyur hampir seluruh wilayah Bali pada hari ini.Kondisi ini terjadi merata di
NASIONAL
JAKARTA Mabes TNI merespons perkembangan situasi terkait kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pengacara Presiden ke7 Joko Widodo (Jokowi), Rivai Kusumanegara, mengungkapkan adanya syarat yang diajukan oleh kliennya terkai
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Indonesia menanggapi beredarnya kabar yang menyebutkan bahwa Indonesia menghentikan sementara
NASIONAL
JAKARTA Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, mendukung langkah pemerintah untuk melakukan efisiensi anggaran dalam rangka m
PENDIDIKAN
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah melakukan efisiensi anggaran sebagai langka
EKONOMI