Walikota Medan Lepas Ribuan Peserta Jalan Santai HUT Harian Waspada
MEDAN Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, melepas ribuan peserta jalan santai dalam rangka HUT ke79 Harian Waspada di Jalan Balai
PERISTIWA
SULSEL –Muhammad Said Didu merespons permintaan Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) yang memintanya melaporkan dan membuktikan pernyataannya terkait dugaan adanya pasangan calon gubernur (cagub) Sulsel yang dibekingi bandar narkoba. Said Didu menegaskan bahwa pernyataan tersebut sudah menjadi rahasia umum di masyarakat Sulsel.
“Saya kan orang sana, jadi sudah paham betul betapa bahayanya narkoba di sana. Sudah sangat berbahaya. Orang paham semua kok siapa bandarnya, dan itu orang kuat,” ujar Said Didu.
Said Didu menyebutkan bahwa bandar narkoba yang dimaksudnya diduga turut terlibat dalam mendukung pasangan calon pada pemilihan gubernur dan bupati di Sulsel. Ia mengimbau masyarakat agar tidak memilih calon yang didukung oleh bandar narkoba.
“Saya berharap rakyat jangan lagi memilih calon yang didukung oleh bandar narkoba atau yang terkait. Ini demi menyelamatkan masa depan Sulsel dan generasi muda kita,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan keprihatinannya terhadap salah satu kabupaten di Sulsel yang menurutnya kini dikenal sebagai lumbung narkoba dan penipuan online, padahal sebelumnya dikenal sebagai lumbung pangan dan ulama.
Ketika diminta Polda Sulsel untuk melaporkan dan membuktikan pernyataannya, Said Didu menilai bahwa pihak kepolisian sudah mengetahui siapa sosok yang dimaksud.
“Polisi tahu semua. Jadi, saya rasa tidak perlu ditanggapi lebih jauh. Yang merasa sebagai bandar narkoba dan terlibat, berhenti saja, karena ini merusak bangsa Indonesia,” ujarnya.
Said Didu menambahkan bahwa publik di Sulsel juga sudah memahami siapa sosok bandar narkoba yang dimaksud, menyebutnya sebagai rahasia umum.
Sebelumnya, Kapolda Sulsel Irjen Yudhiawan Wibisono meminta pihak yang memiliki bukti terkait dugaan keterlibatan bandar narkoba dalam mendukung cagub untuk segera melapor.
“Harus dilaporkan. Kalau ada bukti-buktinya, laporkan,” ujar Irjen Yudhiawan kepada detikSulsel, Rabu (20/11/2024).
Kapolda menegaskan bahwa pihaknya tidak bisa melakukan penyelidikan tanpa indikasi pidana yang jelas.
“Harus ada indikasi. Jangan katanya-katanya,” tambahnya.
Isu ini telah menarik perhatian publik Sulsel, terutama menjelang Pilkada 2024. Masyarakat diimbau untuk lebih cermat dalam memilih pemimpin dan tidak terpengaruh oleh pihak-pihak yang memiliki agenda merugikan bangsa.
Untuk perkembangan berita lebih lanjut, pantau terus portal kami. (N/014)
MEDAN Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, melepas ribuan peserta jalan santai dalam rangka HUT ke79 Harian Waspada di Jalan Balai
PERISTIWA
MEDAN Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mengajak kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tetap menjaga sikap kritis sekaligus mampu
PERISTIWA
MEDAN Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, berharap kepengurusan baru Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Utar
PARIWISATA
BINJAI, SUMUT Menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, DPD Tingkat II PKN Kota Binjai menggelar kegiatan donor darah bekerja sama deng
NASIONAL
TAPANULI TENGAH, SUMUT Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto), bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, m
NASIONAL
TAPANULI TENGAH, SUMUT Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto), me
NASIONAL
SOLO, JAWA TENGAH Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima, meminta agar UndangUndang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) tidak hanya
POLITIK
SIMALUNGUN, SUMUT Seorang pria bernama Chu Wen Lee Simanjuntak (37) meninggal dunia setelah dihajar rekannya, BS (42), di Kabupaten Sima
HUKUM DAN KRIMINAL
SURABAYA Nasib malang menimpa seorang balita berusia 4 tahun di Lakarsantri, Surabaya, setelah menjadi korban penganiayaan oleh paman da
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Para pemain Free Fire (FF) tidak boleh melewatkan kesempatan klaim kode redeem FF terbaru hari ini, 15 Februari 2026. Garena kemb
SAINS DAN TEKNOLOGI