Menyusuri Kebun Melon dan Rumah Tempe Koro, Inisiatif Srikandi Aceh Dukung Pembangunan Ekonomi Lokal
BANDA ACEH Matahari Kamis pagi (2/4/2026) menyinari Gampong Lam Manyang, Kecamatan Peukan Bada, saat rombongan tiga srikandi Aceh keluar
EKONOMI
MEDAN – Motif di balik aksi tragis siswi kelas 6 SD, SAS alias Al (12), yang diduga membunuh ibunya, Faizah Soraya (42), akhirnya terungkap.
Menurut Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Diyah Puspitarini, Al mengaku sakit hati akibat perilaku ibunya yang sering temperamen dan marah-marah, sehingga muncul dorongan emosional hingga melakukan tindakan pembunuhan.
Kasus ini terjadi pada Rabu (10/12/2025) di rumah korban di Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Sumatera Utara.Baca Juga:
Dalam peristiwa itu, korban diduga ditikam sebanyak 20 kali oleh Al hingga meninggal dunia.
Fenomena seperti ini dalam literatur disebut parricide, yakni kasus di mana anak menjadi pelaku dan orangtua menjadi korban.
Diyah menjelaskan, kasus parricide biasanya dipicu oleh berbagai faktor, termasuk faktor emosional anak, kondisi ekonomi keluarga, kurangnya dukungan sosial, dan pola pengasuhan bermasalah.
"Dalam kasus ini, motivasi utama Al adalah sakit hati terhadap ibunya. Dia merasa perlu membela kakaknya dan ayahnya yang kerap dimarahi korban," ungkap Diyah dalam tayangan YouTube TV One News, Rabu (17/12/2025).
KPAI menambahkan bahwa Al terlihat ceria dan tidak menunjukkan perilaku berbeda dari anak-anak seusianya, yang menunjukkan bahwa faktor emosional internal dapat menjadi pemicu utama.
"Anak ini belum bisa mengelola emosinya, sehingga muncul protes ekstrem terhadap perilaku ibunya," pungkas Diyah.
Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat mengenai pentingnya komunikasi dalam keluarga, pengawasan anak, dan penanganan emosi anak secara tepat, agar tragedi serupa dapat dicegah di masa depan.*
(tm/ad)
BANDA ACEH Matahari Kamis pagi (2/4/2026) menyinari Gampong Lam Manyang, Kecamatan Peukan Bada, saat rombongan tiga srikandi Aceh keluar
EKONOMI
BANDA ACEH Perselisihan antara Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi dan Hasan Basri, akhirnya menemui titik temu. Langkah
POLITIK
MEDAN Kasus dugaan penganiayaan yang menjerat Junara Hutahaean memunculkan kontroversi di persidangan Pengadilan Negeri Medan. Tim penas
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Seorang pria berusia 52 tahun yang bekerja sebagai penjaga malam ditemukan tewas di dalam sebuah ruko di Jalan Ring Road, Kecamata
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Rutan Kelas I Jakarta Pusat, Wahyu Trah Utomo, membantah pernyataan Ammar Zoni dalam pleidoi pribadinya yang menyebut nar
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai pekan depan akan melaksanakan pemeriksaan maraton terhadap penyelenggara ibadah haji kh
HUKUM DAN KRIMINAL
BINJAI Dalam rangka mempersiapkan supervisi tingkat Provinsi Sumatera Utara, Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kota Binjai menggelar kegiatan p
PEMERINTAHAN
BINJAI Pemerintah Kota Binjai melalui Sekretaris Daerah (Sekdako) Kota Binjai, Chairin F. Simanjuntak, S.Sos., M.M., bersama Kepala Bada
PEMERINTAHAN
JAKARTA Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus mempercepat pemanfaatan kayu ha
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR, Hinca Panjaitan dari Fraksi Demokrat, menyuarakan kemarahan terhadap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ka
POLITIK