Hanafi, salah seorang korban banjir bandang, menyebut dirinya terdaftar sebagai penerima bantuan beras, tetapi hingga kini belum menerima apa pun. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Bantuan yang seharusnya diterima warga terdampak di Dusun II, Huta Lambung, Kecamatan Angkola Barat, dilaporkan tidak sepenuhnya sampai ke tangan penerima.
Sejumlah warga mengaku namanya tercantum sebagai penerima bantuan, namun tidak pernah menerima bantuan tersebut.
Hanafi, salah seorang korban banjir bandang, menyebut dirinya terdaftar sebagai penerima bantuan beras, tetapi hingga kini belum menerima apa pun.
"Nama saya sudah terdaftar sebagai penerima bantuan, tapi berasnya tidak pernah saya terima," ujar Hanafi kepada wartawan.
Ia juga mengaku terkejut ketika mengetahui adanya tanda tangan atas namanya sebagai bukti penerimaan bantuan.
Hanafi menegaskan tidak pernah menandatangani dokumen tersebut. "Saya tidak pernah menandatangani apa pun. Tapi tanda tangan saya ada, sementara bantuannya tidak saya terima," katanya.
Hanafi meminta agar bantuan yang menjadi haknya dikembalikan dan disalurkan sesuai dengan data penerima.
Ia berharap pemerintah dan pihak terkait segera menindaklanjuti persoalan tersebut.
Ia menyesalkan adanya dugaan pemanfaatan bantuan bencana untuk kepentingan pribadi.
"Presiden sampai datang langsung ke Tapanuli Selatan untuk memastikan kebutuhan korban banjir bandang terpenuhi. Kalau benar ada bantuan yang diselewengkan, ini jelas mencederai kemanusiaan dan kepercayaan publik," ujar Edi.