Anwar Usman Bantah Putusan MK 90 Jadi Pintu untuk Gibran: Itu untuk Semua Anak Muda
JAKARTA Mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Anwar Usman, kembali menanggapi polemik Putusan MK Nomor 90/PUUXXI/2023 yang mengatur sy
NASIONAL
JAKARTA — Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat kasus bunuh diri anak di Indonesia menempati peringkat tertinggi di Asia Tenggara pada 2023–2024.
Komisioner KPAI, Diyah Puspitarini, menyebut jumlah anak yang mengakhiri hidupnya tercatat 46 anak pada 2023, 43 anak pada 2024, dan 27 anak pada 2025.
Hingga awal 2026, telah terjadi lima kasus.Baca Juga:
"Paling banyak terjadi di Bali dan Nusa Tenggara Timur," ujar Diyah, Senin (16/2/2026).
Menurutnya, faktor penyebab bunuh diri beragam, mulai dari perundungan (bullying), pengasuhan, kondisi ekonomi, percintaan, hingga pengaruh game online.
Sekitar 30 persen kasus terjadi di satuan pendidikan, dengan rentang usia terbanyak 13–17 tahun.
Metode yang digunakan pun beragam, mulai dari gantung diri, menenggelamkan diri di sungai, hingga menabrakkan diri ke kereta api.
Upaya KPAI dan Rekomendasi
Diyah menuturkan, KPAI telah melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk Kemenkes, KPPPA, Kemenag, Kemendikdasmen, dan Kemensos.
Namun, ia menilai upaya pencegahan belum optimal, karena kewenangan KPAI terbatas pada pengawasan.
Beberapa rekomendasi KPAI kepada pemerintah antara lain:
- Kementerian Kesehatan: Penguatan kesehatan mental anak, peningkatan resiliensi dan ketahanan psikologis.
- Kemenkes dan KPPPA: Penguatan pengasuhan positif di lingkungan keluarga.
- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah: Edukasi pencegahan bunuh diri dan penguatan pengawasan di sekolah.
- KemenPPPA: Pencegahan anak mengakhiri hidup di berbagai lingkungan sosial.
Selain pemerintah, KPAI juga mendorong peran orang tua dengan sejumlah langkah pencegahan:
- Memperbanyak aktivitas di luar ruangan, seperti tamasya, camping, atau studi wisata.
- Aktivitas rutin olahraga dan interaksi sosial di dunia nyata.
-Mengembangkan bakat dan potensi anak, serta memberikan apresiasi.
- Membangun kedekatan emosional keluarga.
- Pendekatan spiritual melalui kegiatan keagamaan.
Diyah menekankan pentingnya sinergi antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat untuk menekan angka bunuh diri anak.
Menurutnya, penguatan kesehatan mental, pengawasan, dan pengasuhan positif menjadi kunci dalam melindungi generasi muda Indonesia dari risiko bunuh diri.*
(kp/ad)
JAKARTA Mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Anwar Usman, kembali menanggapi polemik Putusan MK Nomor 90/PUUXXI/2023 yang mengatur sy
NASIONAL
MALANG Tersangka kasus dugaan pornografi, Imam Muslimin atau yang dikenal dengan nama Yai Mim, meninggal dunia saat hendak menjalani pem
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan tidak ada toleransi bagi aparatur Pemerintah Kota Medan yang terlibat dalam pe
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN ST Burhanuddin melakukan perombakan besar di tubuh Kejaksaan Agung dengan merotasi dan mempromosikan sejumlah pejabat struktural,
SOSOK
MEDAN Pakar hukum agraria dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Nurhasan Ismail, menegaskan negara tetap berkewajiban memberikan ganti rug
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Polrestabes Medan menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu seberat total 52 kilogram yang diduga berasal dari jaringan internas
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Jaksa Agung ST Burhanuddin melakukan rotasi sejumlah Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), termasuk posisi Kepala Kejaksaan Negeri K
NASIONAL
PADANGSIDIMPUAN Seorang warga Medan, Rudi Setiawan (56), mengaku mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah setelah diduga menjadi ko
HUKUM DAN KRIMINAL
VATIKAN Paus Leo XIV menyatakan tidak gentar setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebutnya lemah akibat kritiknya terhadap
INTERNASIONAL
MOSKWA Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengatakan kunjungannya ke Istana Kremlin, Moskwa, Rusia, bertujuan untuk berkonsult
NASIONAL