Polda Metro Jaya Ungkap Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Lebih dari Empat Orang
JAKARTA Penyidikan kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS)
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA – Empat oknum anggota TNI dari Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI yang diduga terlibat dalam insiden penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, telah ditangkap.
Keempat terduga pelaku tersebut adalah Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES, yang diketahui merupakan bagian dari Denma Bais TNI dengan latar belakang matranya berasal dari Angkatan Laut dan Angkatan Udara.
Baca Juga:Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) Mabes TNI Mayor Jenderal (Mayjen) Yusri Nuryanto mengonfirmasi penangkapan tersebut, dan menegaskan bahwa motif di balik penyiraman air keras ini masih dalam penyelidikan.
"Kita masih mendalami motifnya," ujar Yusri di Mabes TNI, Jakarta, pada Rabu (18/3/2026).
Penyiraman air keras yang terjadi pada Kamis (12/3/2026) malam tersebut mengakibatkan Andrie Yunus, yang merupakan aktivis KontraS, mengalami luka bakar serius pada wajah, leher, dada, punggung, kedua lengan, dan mata.
Kondisi terkini Andrie Yunus menunjukkan adanya gangguan penglihatan pada mata kanannya yang hampir buta akibat cedera parah.
Dari informasi yang diberikan oleh pihak RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Andrie Yunus mengalami gangguan penglihatan yang serius pada mata kanan akibat paparan air keras.
Manajer Hukum dan Humas RSCM, Yoga Nara, menyatakan bahwa Andrie menderita trauma kimia dengan derajat keparahan tingkat tiga pada fase akut, yang menyebabkan kerusakan pada permukaan kornea dan penurunan tajam penglihatan.
"Luka bakar yang dialami Andrie mengcover sekitar 20 persen tubuhnya. Tim medis melakukan irigasi untuk menurunkan efek zat kimia dan stabilisasi jaringan yang terpapar," ungkap Yoga.
Saat ini, Andrie tengah menjalani perawatan intensif di High Care Unit (HCU) untuk luka bakar, dengan terapi pengobatan yang melibatkan dokter spesialis mata, bedah plastik, dan tim medis kegawatdaruratan.
Meski kondisinya masih membutuhkan perawatan lanjutan, RSCM memastikan bahwa Andrie Yunus dalam kondisi stabil dan tidak lagi dalam kondisi yang mengancam jiwa.
JAKARTA Penyidikan kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS)
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI, pada Rabu (18/3/2026), mengungkapkan bahwa empat anggota TNI telah ditahan terkait dengan kasus
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Wakil Presiden ke10 dan ke12 Indonesia, Jusuf Kalla (JK), mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia saat ini dihadapkan pada di
EKONOMI
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) kini resmi terlibat dalam pengawasan Program Makan Bergizi (MBG) yang diluncurkan Badan Gizi Nasional
HUKUM DAN KRIMINAL
WASHINGTON D.C. Direktur Pusat Penanggulangan Terorisme Nasional AS (NCTC), Joe Kent, resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai be
INTERNASIONAL
JAKARTA Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI mengungkapkan, dua dari empat anggota Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI yang ditangkap didu
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Konsulat Jenderal India di Medan menggelar buka puasa bersama sekaligus interaksi media pada 17 Maret 2026, yang menjadi momentum
NASIONAL
BEKASI Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengungkapkan bahwa program mudik bersama yang digelar PT Indofood CBP Sukses Makmur,
NASIONAL
JAKARTA Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta memberikan kritik keras terhadap langkah yang diambil oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI)
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Empat oknum anggota TNI dari Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI yang diduga terlibat dalam insiden penyiraman air keras terhad
HUKUM DAN KRIMINAL