LF PBNU Prediksi Idulfitri Jatuh pada 21 Maret 2026, Hilal Masih di Bawah Kriteria Rukyah
JAKARTA Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) memprediksi bahwa Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah berpotensi jatuh p
AGAMA
JAKARTA - Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI, pada Rabu (18/3/2026), mengungkapkan bahwa empat anggota TNI telah ditahan terkait dengan kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.
Penangkapan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mendalami dan mengungkap secara tuntas insiden yang terjadi pada Kamis (12/3) malam lalu.
Terduga Pelaku Berasal dari Denma BAIS TNIBaca Juga:
Danpuspom TNI Mayor Jenderal TNI Yusri Nuryanto dalam jumpa persnya di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, mengungkapkan bahwa empat prajurit yang ditahan merupakan anggota dari Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis (Denma BAIS) TNI.
Mereka terdiri dari personel dengan pangkat mulai dari Sersan Dua (Serda) hingga Kapten.
Keempat prajurit tersebut berinisial NDP (Kapten), SL (Letnan Satu), BHW (Letnan Satu), dan ES (Serda), yang berasal dari matra Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU).
Penahanan di Pomdam Jaya dan Ancaman Hukuman
Yusri menjelaskan bahwa empat prajurit tersebut akan ditempatkan di tahanan super security di Polisi Militer Kodam Jayakarta (Pomdam Jaya).
Sementara itu, mereka dijerat dengan Pasal 467 KUHP tentang penganiayaan berencana, dengan ancaman hukuman penjara 4 hingga 7 tahun, tergantung pada dampak yang ditimbulkan dari perbuatan mereka.
Pasal 467 KUHP menyatakan:
Ayat (1): Setiap orang yang melakukan penganiayaan dengan rencana lebih dahulu dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 tahun.
Ayat (2): Jika perbuatan tersebut mengakibatkan luka berat, maka pidana penjara dapat dijatuhkan paling lama 7 tahun.
Dua Terduga Sebagai Eksekutor
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, Puspom TNI mendapati bahwa dua dari empat terduga prajurit tersebut diduga bertindak sebagai eksekutor dalam penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.
Sementara itu, dua prajurit lainnya masih dalam tahap pendalaman oleh penyidik.
TNI juga sedang menyelidiki siapa yang memberikan perintah dan motif dari peristiwa tersebut.
"Kalau dari hasil CCTV kan ada dua orang yang melakukan. Nah, yang dua lagi di mana dan sebagai apa nanti, itu masih kita dalami," kata Yusri dalam konferensi pers.
Koalisi Sipil Sebut Kasus Ini Sebagai Percobaan Pembunuhan
Insiden penyiraman air keras ini menuai banyak perhatian, baik dari masyarakat maupun kalangan aktivis.
Koalisi sipil, termasuk KontraS, menilai tindakan ini lebih tepat dijerat dengan pasal percobaan pembunuhan berencana, mengingat dampak yang ditimbulkan cukup parah.
Andrie Yunus mengalami luka bakar pada sekitar 24 persen tubuhnya, termasuk di tangan, kaki, dan wajah, serta gangguan pada penglihatannya.
Keterlibatan Polisi dalam Penyidikan
Sementara itu, Polda Metro Jaya mengungkapkan bahwa penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus diduga melibatkan lebih dari empat orang.
Beberapa terduga lainnya, berinisial BHC dan MAK, telah diidentifikasi. Penyidikan terhadap kasus ini terus berjalan, dengan kemungkinan penambahan tersangka lainnya.
"Kami menduga pelaku lebih dari empat orang. Kami akan terus mendalami hingga menemukan fakta yang jelas," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin.
Respons Pemerintah
Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.
Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengusut tuntas peristiwa ini, dan memastikan agar proses hukum berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Masyarakat diharapkan dapat menunggu proses penyidikan yang transparan dan profesional.
Pemerintah juga menegaskan bahwa segala bentuk pelanggaran hukum harus diproses secara tegas tanpa pandang bulu.*
(cn/ad)
JAKARTA Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) memprediksi bahwa Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah berpotensi jatuh p
AGAMA
JAKARTA Ahli digital forensik Rismon Sianipar kini kembali menjadi sorotan publik setelah berbalik sikap dalam polemik mengenai ijazah P
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Wali Kota Medan, Rico Waas, mengklarifikasi mengenai pengadaan kendaraan dinas yang tercatat dalam anggaran Pemkot Medan sebesar R
PEMERINTAHAN
ACEH Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., didampingi Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., melakukan
NASIONAL
JAKARTA Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan bahwa pemerintah akan menindak tegas pelaku produsen yang menjual kebutu
EKONOMI
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDIP, Safaruddin, mendorong agar penanganan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi III DPR RI menyepakati sejumlah poin penting dalam rapat khusus terkait kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordin
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kementerian Pariwisata (Kemenpar) telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor SE/1/HK.01.03/MP/2026 untuk mengatur pelaksanaan keg
PARIWISATA
MEDAN Menyambut mudik Lebaran 2026, Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak memberikan solusi bagi warga yang khawatir terha
NASIONAL
JAKARTA Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) dan Koalisi Masyarakat Sipil mendesak Polri untuk mengungkap akt
HUKUM DAN KRIMINAL