Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Tak lama kemudian, seseorang yang datang membawa brondolan sawit memberitahukan bahwa telah terjadi keributan di lokasi tersebut.
"Jadi ada orang datang bawa brondolan ke tempat kami, dia bilang tadi ada ribut di sana, tapi nggak nampak dia suamiku, jadi aku pinjam keretanya sama kakak ipar," ucapnya.
Bersama kakak iparnya, Desy kemudian mencari Luis menggunakan sepeda motor.
Sekitar satu kilometer dari lokasi, ia menemukan sepeda motor milik suaminya terparkir di pinggir jalan.
Tidak jauh dari tempat itu, Desy menemukan jasad suaminya tergeletak di tepi jalan.
"Ada kereta parkir tapi nggak ada orang di situ, baru maju lagi aku udah ku tengoklah terkapar dia (Luis) di pinggir jalan, kalau ku tengok udah meninggal karena bibirnya udah biru," sebutnya.
Menurut Desy, saat itu tidak ada warga yang berani mengangkat jasad korban. Jenazah baru dievakuasi pada malam hari.
Ia berharap seluruh pihak yang terlibat dalam kematian suaminya dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.
"Harapannya pelaku dihukum seberat-beratnya dan seadil-adilnya," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Operasional KontraS Sumatera Utara, Adinda Zahra Noviyanti, menyebut pihaknya menemukan indikasi jumlah pelaku lebih banyak dari yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
"Berdasarkan temuan kami, jumlah pelaku sebenarnya ada 6 orang. Sementara yang ditangkap baru 4 orang, termasuk Serma Buana Delly," katanya.
KontraS mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut secara transparan dan tanpa intervensi pihak mana pun.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.