Walikota Medan Lepas Ribuan Peserta Jalan Santai HUT Harian Waspada
MEDAN Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, melepas ribuan peserta jalan santai dalam rangka HUT ke79 Harian Waspada di Jalan Balai
PERISTIWA
BITVONLINE.COM-Pemeriksaan terhadap Agung Hasan Sadikin, seorang pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menunjukkan bahwa kasus korupsi di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Agung diperiksa dalam kaitannya dengan dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Langkat. Fakta bahwa seorang pegawai BPK, yang notabene adalah lembaga auditor tertinggi negara, harus menjalani pemeriksaan dalam perkara korupsi ini menimbulkan pertanyaan besar: Di mana letak integritas pengawas keuangan negara?
BPK adalah lembaga yang dipercaya untuk menjaga akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan keuangan negara. Lembaga ini seharusnya menjadi benteng terakhir dalam mencegah kebocoran anggaran negara dan mengawasi setiap sen uang rakyat yang dikelola oleh pemerintah daerah maupun pusat. Namun, ketika seorang pegawai BPK yang seharusnya melakukan audit justru Dugaan terseret dalam pusaran korupsi, itu menunjukkan adanya kelemahan mendasar dalam sistem pengawasan internal di BPK sendiri.
Pegawai BPK: Pengawas atau Pelaku?
Fakta bahwa Agung Hasan Sadikin ditugaskan di Kabupaten Langkat pada 2021, bertepatan dengan terjadinya dugaan suap dan gratifikasi di lingkungan Dinas PUPR, menambah kecurigaan publik. Apakah selama ini pengawasan BPK hanya sebatas formalitas, atau lebih parah lagi, apakah ada kemungkinan pegawai yang ditugaskan justru ikut terlibat dalam kejahatan yang seharusnya diawasi?
Jika keterlibatan Agung terbukti, ini bukan hanya mencoreng nama baik BPK, tetapi juga meruntuhkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara yang bertugas menjaga kebersihan pengelolaan keuangan publik. Hal ini juga menunjukkan bahwa pengawas internal di tubuh BPK perlu dievaluasi secara serius. Bagaimana mungkin seorang auditor yang memiliki kewenangan untuk melakukan pengawasan justru menjadi bagian dari sistem yang rusak? Apakah ada pola sistematis di mana pegawai BPK dimanfaatkan oleh oknum pemerintah daerah untuk melancarkan praktek-praktek kotor?
Lemahnya Pengawasan Internal di BPK
Kasus ini seharusnya menjadi peringatan keras bagi BPK. Sistem pengawasan internal yang lemah memungkinkan terjadinya penyimpangan oleh pihak-pihak yang seharusnya menjadi penjaga moralitas dan integritas. Apakah BPK memiliki mekanisme yang cukup ketat untuk memastikan integritas para pegawainya? Atau justru lembaga ini telah menjadi sarang bagi oknum-oknum yang memanfaatkan posisinya untuk memperkaya diri sendiri?
BPK harus segera mengambil langkah tegas untuk memperbaiki reputasi dan memastikan bahwa kasus semacam ini tidak terulang lagi di masa depan. Penguatan sistem pengawasan internal, termasuk pengawasan independen terhadap kinerja para pegawai BPK yang bertugas di lapangan, harus menjadi prioritas utama. Jika tidak, lembaga yang seharusnya menjadi pengawas justru akan menjadi bagian dari masalah korupsi yang terus menggerogoti bangsa ini.
KPK Harus Tegas dan Tidak Pandang Bulu
KPK juga diharapkan untuk tidak ragu dalam menuntaskan kasus ini hingga ke akar-akarnya. Jika ada bukti keterlibatan pegawai BPK dalam kasus korupsi, proses hukum harus berjalan tegas tanpa pandang bulu. Korupsi di negeri ini tidak akan pernah hilang jika aparat penegak hukum hanya menangkap pelaku di kalangan eksekutif atau legislatif, tetapi abai terhadap pelaku di lingkaran pengawas seperti BPK.
Rakyat menunggu tindakan nyata, bukan sekadar retorika. Kasus ini menjadi ujian bagi KPK untuk menunjukkan bahwa mereka tidak terpengaruh oleh status atau posisi siapa pun yang terlibat dalam kejahatan korupsi, termasuk pejabat di lembaga pengawasan seperti BPK?
Korupsi yang Dugaan melibatkan pegawai BPK adalah pukulan telak bagi integritas institusi pengawas negara. Jika tidak segera diatasi dengan langkah yang tegas, kasus ini hanya akan memperpanjang daftar hitam korupsi yang melibatkan orang-orang yang seharusnya menjaga keuangan publik. Rakyat berhak atas pengelolaan uang negara yang transparan dan bebas dari campur tangan oknum korup. Sudah saatnya BPK dan lembaga-lembaga pengawas lainnya benar-benar menjalankan tugasnya dengan integritas tanpa kompromi.
(KRISNA)
MEDAN Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, melepas ribuan peserta jalan santai dalam rangka HUT ke79 Harian Waspada di Jalan Balai
PERISTIWA
MEDAN Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mengajak kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tetap menjaga sikap kritis sekaligus mampu
PERISTIWA
MEDAN Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, berharap kepengurusan baru Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Utar
PARIWISATA
BINJAI, SUMUT Menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, DPD Tingkat II PKN Kota Binjai menggelar kegiatan donor darah bekerja sama deng
NASIONAL
TAPANULI TENGAH, SUMUT Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto), bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, m
NASIONAL
TAPANULI TENGAH, SUMUT Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto), me
NASIONAL
SOLO, JAWA TENGAH Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima, meminta agar UndangUndang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) tidak hanya
POLITIK
SIMALUNGUN, SUMUT Seorang pria bernama Chu Wen Lee Simanjuntak (37) meninggal dunia setelah dihajar rekannya, BS (42), di Kabupaten Sima
HUKUM DAN KRIMINAL
SURABAYA Nasib malang menimpa seorang balita berusia 4 tahun di Lakarsantri, Surabaya, setelah menjadi korban penganiayaan oleh paman da
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Para pemain Free Fire (FF) tidak boleh melewatkan kesempatan klaim kode redeem FF terbaru hari ini, 15 Februari 2026. Garena kemb
SAINS DAN TEKNOLOGI