Andi Mallarangeng Dukung Usulan SBY Desak PBB Tarik Pasukan TNI dari Lebanon: Tidak Ada Lagi Perdamaian!
JAKARTA Ketua Dewan Pakar Partai Demokrat, Andi Mallarangeng, menyampaikan respons terhadap usulan Presiden ke6 Republik Indonesia, Sus
NASIONAL
JAKARTA –Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melanjutkan langkah hukum dalam kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang melibatkan mantan Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba. Pada hari ini, Rabu (11/9/2024), KPK melakukan penyitaan terhadap satu bidang tanah beserta bangunan yang terletak di Jakarta dengan nilai taksiran mencapai Rp 3,5 miliar.
Penyitaan Properti oleh KPKJuru Bicara KPK, Tessa Mahardhika Sugiarto, mengonfirmasi langkah penyitaan tersebut dalam sebuah pernyataan kepada wartawan. “Pada hari ini, KPK telah melakukan penyitaan satu bidang tanah dan bangunan di wilayah Jakarta dengan taksiran nilai sebesar Rp 3,5 miliar,” ujarnya. Penyitaan ini dilakukan sebagai bagian dari pengusutan kasus dugaan tindak pidana pencucian uang yang melibatkan Abdul Gani Kasuba, yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Penyitaan ini merupakan bagian dari upaya KPK untuk mengatasi dugaan pencucian uang yang dilakukan oleh Abdul Gani Kasuba. Kasus ini merupakan pengembangan dari perkara sebelumnya yang melibatkan mantan gubernur tersebut. KPK kini sedang mendalami aset-aset yang diduga diperoleh dari kegiatan ilegal terkait dengan pengelolaan uang dan properti.
Kasus Dugaan Tindak Pidana Pencucian UangAbdul Gani Kasuba, yang menjabat sebagai Gubernur Maluku Utara, kini menghadapi tuduhan serius terkait tindak pidana pencucian uang. KPK menyelidiki bagaimana Abdul Gani memperoleh dan mengelola aset-aset yang tidak sesuai dengan laporan harta kekayaannya. Penyitaan ini merupakan langkah strategis dalam proses penyidikan untuk melacak aliran dana dan aset yang mungkin terkait dengan kegiatan ilegal.
Penambahan Tersangka dan Kasus SuapDalam perkembangan terbaru, KPK juga telah menetapkan tersangka baru dalam kasus ini. Muhaimin Syarif, seorang yang diduga sebagai penyuap Abdul Gani, telah dijerat sebagai tersangka. Syarif diduga terlibat dalam memberikan suap kepada Abdul Gani terkait dengan beberapa proyek dan pengurusan perizinan di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara.
“Muhaimin Syarif diduga menyuap Abdul Gani Kasuba terkait dengan pengadaan barang dan jasa serta pengurusan perizinan di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara,” ungkap Tessa Mahardhika Sugiarto. Nilai total suap yang diduga diterima Abdul Gani mencapai Rp 7 miliar.
Proyek-Proyek yang TerlibatMenurut KPK, pemberian suap oleh Muhaimin Syarif terkait dengan beberapa proyek penting di Provinsi Maluku Utara. Proyek-proyek tersebut meliputi:
Proyek di Dinas PUPR Provinsi Maluku Utara. Pengurusan perizinan IUP Operasi Produksi PT Prisma Utama di Provinsi Maluku Utara. Pengurusan pengusulan penetapan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) ke Kementerian ESDM Republik Indonesia.Selama periode 2021-2023, terdapat setidaknya 37 perusahaan yang pengusulannya ditandatangani oleh Abdul Gani tanpa mengikuti prosedur yang sesuai. Hal ini menandakan adanya dugaan penyalahgunaan wewenang dalam proses perizinan dan pengadaan barang.
Langkah SelanjutnyaKPK terus melakukan penyelidikan dan pengembangan terkait kasus ini untuk mengungkap jaringan korupsi yang mungkin melibatkan lebih banyak pihak. Dengan penyitaan aset dan penetapan tersangka baru, KPK menunjukkan komitmennya untuk menegakkan hukum dan memerangi korupsi di tingkat pemerintahan daerah.
(N/014)
JAKARTA Ketua Dewan Pakar Partai Demokrat, Andi Mallarangeng, menyampaikan respons terhadap usulan Presiden ke6 Republik Indonesia, Sus
NASIONAL
JAKARTA Konflik yang berlangsung antara Amerika Serikat (AS)Israel dan Iran kini memasuki bulan kedua, dengan dampak serius pada jalur
EKONOMI
JAKARTA Kabar baik bagi para survivor Free Fire! Garena kembali memberikan deretan kode redeem terbaru yang bisa diklaim secara gratis p
ENTERTAINMENT
JAKARTA Pakar telematika Roy Suryo memberikan dukungan penuh kepada Wakil Presiden Republik Indonesia ke10 dan ke12, Jusuf Kalla (JK),
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Wakil Presiden RI ke10 dan ke12, Jusuf Kalla (JK), mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan untuk menaikkan harga bahan ba
EKONOMI
JAKARTA Isu dugaan pendanaan dalam kasus ijazah Presiden ke7 Joko Widodo kembali mencuat setelah beredarnya video yang mengaitkan nama
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Ahli digital forensik, Rismon Sianipar, kini menghadapi masalah hukum setelah dugaan pencemaran nama baik yang melibatkan diriny
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Sejumlah wilayah di Medan akan mengalami pemadaman listrik pada hari ini, Senin (6/4/2026), sehubungan dengan kegiatan pemeliharaa
PERISTIWA
JAKARTA Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kini memiliki solusi pendanaan baru lewat Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2026 yang dit
EKONOMI
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 1 ke level 6.956,64 pada perdagangan hari ini, Senin (6/4/2026). Sejumlah sah
EKONOMI