Andi Azwan Dorong dr Tifa Ajukan Restorative Justice dalam Kasus Ijazah Jokowi
JAKARTA Ketua Umum Relawan Jokowi Mania Andi Azwan mendorong tersangka kasus dugaan penyebaran tudingan ijazah palsu Presiden Joko Widod
POLITIK
JAKARTA -Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri acara Tanwir I Aisyiyah yang digelar di Hotel Tavia Heritage, Jakarta Pusat, pada Rabu (15/1). Dalam kesempatan tersebut, Kapolri menekankan komitmennya untuk terus mengawal dan memperjuangkan isu kesetaraan gender serta perlindungan terhadap perempuan dan anak di Indonesia.
Acara yang dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, seperti Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Mendikdasmen yang juga Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti, serta Ketua Umum PP Aisyiyah Salmah Orbayinah, ini juga menjadi momen penting dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara KPK dan PP Aisyiyah mengenai perlindungan perempuan dan anak.
Dalam sambutannya, Kapolri menegaskan pentingnya kesetaraan gender di Indonesia sebagai bagian dari perjuangan global. Kapolri menyebutkan bahwa perjuangan kesetaraan gender telah lama berlangsung, baik di Indonesia maupun dunia internasional, dengan tokoh-tokoh sejarah seperti Cut Nyak Dien, RA Kartini, hingga Nyai Ahmad Dahlan yang menjadi bagian dari gerakan tersebut.
“Kesetaraan gender ini sudah menjadi isu global dan kita terus kawal bersama. Indonesia memiliki banyak perempuan hebat, termasuk presiden perempuan pertama kita, Ibu Megawati Soekarnoputri,” ujar Kapolri.
Kapolri juga menyampaikan bahwa Polri telah memberikan ruang yang luas bagi perempuan, terutama Polwan, untuk berkarier di berbagai bidang di kepolisian. Ia menyebutkan bahwa saat ini terdapat enam Polwan berpangkat Brigjen, dan Polwan juga berkesempatan menjadi Kapolda. Kapolri berharap Indonesia suatu saat nanti dapat memiliki Kapolri perempuan.
“Kami terus mendorong para Polwan untuk mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Harapan kami, ke depan Indonesia juga memiliki Kapolri wanita,” tambah Kapolri.
Kapolri juga mengumumkan pembentukan Direktorat Tindak Pidana Perempuan dan Anak (PPA-PPO) di Bareskrim Polri, setelah diterbitkannya Perpres No. 20 Tahun 2024. Direktorat ini diharapkan dapat mengoptimalkan penanganan isu-isu terkait perempuan dan anak, yang memerlukan perhatian khusus.
“Penanganan isu perempuan dan anak harus dilakukan dengan pendekatan yang hati-hati. Ini adalah tugas yang sangat penting, dan hanya dapat dilakukan dengan melibatkan perempuan,” terang Kapolri.
(N/014)
JAKARTA Ketua Umum Relawan Jokowi Mania Andi Azwan mendorong tersangka kasus dugaan penyebaran tudingan ijazah palsu Presiden Joko Widod
POLITIK
Oleh T. JamaluddinPeningkatan volume sampah menjadi persoalan yang hampir selalu muncul saat perayaan hari besar, termasuk Lebaran. Di berb
OPINI
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai membantah keras tuduhan yang menyebut dirinya mendukung kasus korupsi kuota haji yang m
POLITIK
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Investasi sekaligus Chief Executive Officer Danantara Rosan Roeslani bersama sejumlah
PEMERINTAHAN
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan memastikan seluruh aduan terkait Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan 2026 akan ditindaklanjuti secar
PEMERINTAHAN
SABANG Kepala Kepolisian Daerah Aceh Marzuki Ali Basyah meninjau Pos Terpadu Operasi Ketupat Seulawah 2026 di kawasan Pelabuhan Balohan,
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) tengah merancang langkah efisiensi besar unt
PEMERINTAHAN
KUPANG Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa kepala sekolah harus berperan sebagai pemimpin pembelaj
PENDIDIKAN
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution membuka peluang penerapan kembali kebijakan One Day No Car bagi aparatur sipil negara (AS
PEMERINTAHAN
JAKARTA Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri kembali menangkap dua tersangka dalam pengembangan kasus jaringan narkotika yan
HUKUM DAN KRIMINAL