Kent, yang memiliki pengalaman luas dalam dunia intelijen, selama ini dikenal sebagai sosok yang berpihak pada keamanan nasional AS, tetapi dalam suratnya, dia menegaskan bahwa keputusan militer yang diambil dengan melibatkan Israel sebagai mitra justru merugikan kepentingan jangka panjang Amerika.
"Misinformasi ini digunakan untuk menjebak Anda, agar percaya bahwa Iran merupakan ancaman mendesak bagi AS. Itu adalah kebohongan yang harus diungkap," ujar Kent dalam suratnya.
Kent juga mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap kebijakan luar negeri yang dianggapnya lebih banyak dipengaruhi oleh tekanan eksternal dibandingkan dengan kepentingan strategis Amerika Serikat.*