BREAKING NEWS
Jumat, 09 Oktober 2026

197 Ribu Siswa Sarawak Diliburkan, Asap Karhutla Kalimantan Kini Jadi Sorotan Media Malaysia-Singapura

Dharma - Jumat, 21 Agustus 2026 13:38 WIB
197 Ribu Siswa Sarawak Diliburkan, Asap Karhutla Kalimantan Kini Jadi Sorotan Media Malaysia-Singapura
karhutla yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan mulai mendapat sorotan media Malaysia dan Singapura. (Foto: Tangkapan Layar Google Maps)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan mulai mendapat sorotan media Malaysia dan Singapura. Kabut asap dari kebakaran di Indonesia disebut telah terbawa angin melintasi perbatasan hingga memperburuk kualitas udara di Sarawak, Malaysia.

Dampak kabut asap bahkan meluas ke sektor pendidikan. Sebanyak 591 sekolah di Sarawak diperintahkan tutup sementara setelah kualitas udara di wilayah tersebut memburuk hingga masuk kategori sangat tidak sehat.

Media Malaysia, The Malaysian Reserve, melaporkan penutupan sekolah dilakukan pada Jumat (21/8/2026). Berdasarkan data Departemen Lingkungan Hidup Sarawak, indeks polusi udara atau API di Serian mencapai 241 pada pukul 08.30 waktu setempat.

Baca Juga:

Angka tersebut masuk kategori sangat tidak sehat dan dinilai berpotensi berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

Penutupan mencakup 509 sekolah dasar dengan 107.590 murid serta 82 sekolah menengah dengan 89.733 siswa. Sekolah terdampak tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Kuching, Padawan, Bau, Lundu, Samarahan, Simunjan, Serian, Sri Aman, Lubok Antu dan Betong.

Menurut media tersebut, kondisi kabut asap berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan, Indonesia. Asap dari kebakaran kemudian terbawa menuju Sarawak dan memperburuk kualitas udara.

Sebelumnya, Malay Mail juga menyoroti tingginya aktivitas kebakaran di Kalimantan Barat. Dalam laporan Kamis (20/8/2026), media itu menyebut kabut asap yang melanda Sarawak diperkirakan masih akan berlangsung seiring kebakaran di Kalimantan Barat yang belum sepenuhnya teratasi.

Malay Mail melaporkan 4.041 titik api terdeteksi di Kalimantan Barat hingga 10 Agustus. Sebanyak 3.560 titik dikategorikan memiliki tingkat kepercayaan sedang, sedangkan 352 lainnya memiliki tingkat kepercayaan tinggi.

Media tersebut juga menyoroti kondisi Kota Pontianak yang mencatat kualitas udara terburuk di Indonesia pada Kamis pagi. Indeks kualitas udara (AQI) di kota tersebut disebut mencapai 191 dan masuk kategori tidak sehat.

Sorotan lainnya datang dari Free Malaysia Today yang melaporkan lonjakan titik panas di Indonesia. Media tersebut menyebut jumlah titik api pada Agustus menjadi yang tertinggi dalam bulan tersebut sejak 2015.

Fenomena El Nino dan kondisi yang lebih kering disebut menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko kebakaran. Curah hujan yang lebih rendah serta suhu yang berada di atas kondisi normal turut meningkatkan potensi meluasnya karhutla.

Sementara itu, Sarawak Tribune menyoroti perbedaan jumlah titik panas antara Sarawak dan Kalimantan. Dalam periode 1-19 Agustus, sebanyak 148 titik panas terdeteksi di Sarawak, sedangkan Kalimantan mencatat 7.286 titik panas.

Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASMC) juga melaporkan adanya asap lintas batas dari Kalimantan Barat yang bergerak ke arah utara menuju Sarawak bagian barat. Kondisi tersebut disebut telah memperburuk kualitas udara di sejumlah wilayah Sarawak sejak awal Agustus.

Media Singapura, The Straits Times, turut mengangkat kondisi karhutla di Kalimantan. Mengutip AFP, media tersebut menggambarkan kabut asap telah menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan dan memperingatkan kondisi terburuk masih mungkin terjadi.

Laporan itu menyebut hampir 95.000 hektare lahan di Indonesia terbakar sepanjang Juli. Sementara secara keseluruhan, luas lahan yang terbakar sejak awal tahun telah mencapai lebih dari 200.000 hektare.

Palangkaraya di Kalimantan Tengah menjadi salah satu wilayah yang terdampak kabut asap. Masyarakat diimbau menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.

Pemerintah Indonesia juga terus melakukan penanganan karhutla melalui pengerahan personel pemadam kebakaran serta berbagai langkah mitigasi, termasuk rencana modifikasi cuaca di sejumlah wilayah terdampak.

Sorotan media Malaysia dan Singapura tersebut menunjukkan karhutla di Kalimantan telah berkembang menjadi persoalan lintas batas. Pergerakan asap tidak hanya berdampak pada masyarakat di daerah kebakaran, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan, pendidikan dan aktivitas masyarakat di negara tetangga.

Dengan kondisi musim kering yang masih berlangsung, pemantauan titik panas dan pengendalian kebakaran menjadi semakin penting untuk mencegah meluasnya dampak kabut asap di kawasan Asia Tenggara.* (k/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bukan Cuma Perwira, RI Buka Pertukaran Prajurit hingga Tamtama dengan Militer China Lewat Latihan Heping Garuda
Dari Bumi Rambate Rata Raya, Bupati Asahan Bidik Bibit Atlet Muda Sepak Bola Lewat Turnamen U-15
Sehari Dua Forum Sekaligus, RI-China Gelar Dialog Strategis Perdana dari Ekonomi hingga Pertahanan
DPR Desak Karhutla Kalimantan Jadi Prioritas Nasional, 1.487 Titik Api Terdeteksi
Mengantre Sejak Pukul 2 Dini Hari, 500 Ribu Warga Bahkan Tumpah Ruah di Monas hingga Bundaran HI Malam Harinya
Hutan Tropis Indonesia Seharusnya Sulit Terbakar, Lalu Mengapa Api Bisa Menguasai Kalimantan?
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru