Pasien Meninggal Usai Dirawat, Plt Dirut RSUD Dr. Djoelham Temui Keluarga dan Minta Maaf
BINJAI Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama RSUD Dr. Djoelham Binjai, drg. Doni Asrin, mendatangi rumah duka keluarga pasien yang mening
KESEHATAN
JAKARTA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan mulai mendapat sorotan media Malaysia dan Singapura. Kabut asap dari kebakaran di Indonesia disebut telah terbawa angin melintasi perbatasan hingga memperburuk kualitas udara di Sarawak, Malaysia.
Dampak kabut asap bahkan meluas ke sektor pendidikan. Sebanyak 591 sekolah di Sarawak diperintahkan tutup sementara setelah kualitas udara di wilayah tersebut memburuk hingga masuk kategori sangat tidak sehat.
Media Malaysia, The Malaysian Reserve, melaporkan penutupan sekolah dilakukan pada Jumat (21/8/2026). Berdasarkan data Departemen Lingkungan Hidup Sarawak, indeks polusi udara atau API di Serian mencapai 241 pada pukul 08.30 waktu setempat.Baca Juga:
Angka tersebut masuk kategori sangat tidak sehat dan dinilai berpotensi berdampak terhadap kesehatan masyarakat.
Penutupan mencakup 509 sekolah dasar dengan 107.590 murid serta 82 sekolah menengah dengan 89.733 siswa. Sekolah terdampak tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Kuching, Padawan, Bau, Lundu, Samarahan, Simunjan, Serian, Sri Aman, Lubok Antu dan Betong.
Menurut media tersebut, kondisi kabut asap berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan, Indonesia. Asap dari kebakaran kemudian terbawa menuju Sarawak dan memperburuk kualitas udara.
Sebelumnya, Malay Mail juga menyoroti tingginya aktivitas kebakaran di Kalimantan Barat. Dalam laporan Kamis (20/8/2026), media itu menyebut kabut asap yang melanda Sarawak diperkirakan masih akan berlangsung seiring kebakaran di Kalimantan Barat yang belum sepenuhnya teratasi.
Malay Mail melaporkan 4.041 titik api terdeteksi di Kalimantan Barat hingga 10 Agustus. Sebanyak 3.560 titik dikategorikan memiliki tingkat kepercayaan sedang, sedangkan 352 lainnya memiliki tingkat kepercayaan tinggi.
Media tersebut juga menyoroti kondisi Kota Pontianak yang mencatat kualitas udara terburuk di Indonesia pada Kamis pagi. Indeks kualitas udara (AQI) di kota tersebut disebut mencapai 191 dan masuk kategori tidak sehat.
Sorotan lainnya datang dari Free Malaysia Today yang melaporkan lonjakan titik panas di Indonesia. Media tersebut menyebut jumlah titik api pada Agustus menjadi yang tertinggi dalam bulan tersebut sejak 2015.
Fenomena El Nino dan kondisi yang lebih kering disebut menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko kebakaran. Curah hujan yang lebih rendah serta suhu yang berada di atas kondisi normal turut meningkatkan potensi meluasnya karhutla.
Sementara itu, Sarawak Tribune menyoroti perbedaan jumlah titik panas antara Sarawak dan Kalimantan. Dalam periode 1-19 Agustus, sebanyak 148 titik panas terdeteksi di Sarawak, sedangkan Kalimantan mencatat 7.286 titik panas.
Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASMC) juga melaporkan adanya asap lintas batas dari Kalimantan Barat yang bergerak ke arah utara menuju Sarawak bagian barat. Kondisi tersebut disebut telah memperburuk kualitas udara di sejumlah wilayah Sarawak sejak awal Agustus.
Media Singapura, The Straits Times, turut mengangkat kondisi karhutla di Kalimantan. Mengutip AFP, media tersebut menggambarkan kabut asap telah menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan dan memperingatkan kondisi terburuk masih mungkin terjadi.
Laporan itu menyebut hampir 95.000 hektare lahan di Indonesia terbakar sepanjang Juli. Sementara secara keseluruhan, luas lahan yang terbakar sejak awal tahun telah mencapai lebih dari 200.000 hektare.
Palangkaraya di Kalimantan Tengah menjadi salah satu wilayah yang terdampak kabut asap. Masyarakat diimbau menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.
Pemerintah Indonesia juga terus melakukan penanganan karhutla melalui pengerahan personel pemadam kebakaran serta berbagai langkah mitigasi, termasuk rencana modifikasi cuaca di sejumlah wilayah terdampak.
Sorotan media Malaysia dan Singapura tersebut menunjukkan karhutla di Kalimantan telah berkembang menjadi persoalan lintas batas. Pergerakan asap tidak hanya berdampak pada masyarakat di daerah kebakaran, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan, pendidikan dan aktivitas masyarakat di negara tetangga.
Dengan kondisi musim kering yang masih berlangsung, pemantauan titik panas dan pengendalian kebakaran menjadi semakin penting untuk mencegah meluasnya dampak kabut asap di kawasan Asia Tenggara.* (k/dh)
BINJAI Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama RSUD Dr. Djoelham Binjai, drg. Doni Asrin, mendatangi rumah duka keluarga pasien yang mening
KESEHATAN
JAKARTA TNI menahan Letkol Inf Arman, Kepala Seksi Intelijen Gartap 1/Jakarta, terkait dugaan penyewaan rumah dinas di Kompleks Perumaha
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menegaskan dirinya tetap menjadi kader Partai Gerindra meskipun mertuanya, Presiden ke7 RI
POLITIK
MEDAN Perum BULOG mencatatkan realisasi pengadaan beras nasional sebesar 4.115.014 ton setara beras hingga 8 Oktober 2026. Angka tersebu
PERTANIAN AGRIBISNIS
ACEH BESAR Ketua Majelis Syura Dewan Dakwah Aceh, Prof. Dr. Tgk. Hasanuddin Yusuf Adan, MCL, MA, mengajak umat Islam menjadikan ajaran d
AGAMA
BINJAI Ketua Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kota Binjai, Dr. Agus Purwanto, S.Pd., M.Kesos., menegaskan pentingnya kaderi
NASIONAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menanggapi polemik dokumen pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka setelah Mahkama
POLITIK
MEDAN Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, meminta percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana diiku
PEMERINTAHAN
JAKARTA Media Australia, ABC News, menyoroti peluang pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka setelah Mahkamah Konstitusi (MK) m
POLITIK
JAKARTA Gugatan mengenai ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi sorotan media asing setelah Mahkamah Konstitusi (MK) menol
POLITIK