JAKARTA -Kementerian Kesehatan (Kemenkes) resmi memasukkan pemeriksaan kesehatan mental ke dalam program cek kesehatan gratis yang berlaku untuk seluruh masyarakat, mulai dari balita hingga lanjut usia (lansia).
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa screening kesehatan mental kini akan dilakukan di berbagai jenjang usia, termasuk bayi baru lahir.
"Jadi kita mental health screening kita lakukan mulai SD, SMP, SMA, dewasa, lansia," ujar Budi, Sabtu (22/3).
Budi menjelaskan bahwa dalam program ini, setiap kelompok usia akan menjalani jumlah pemeriksaan kesehatan yang berbeda.
Untuk balita, terdapat delapan jenis screening, sementara anak-anak SD menjalani 11 jenis, SMP 13 jenis, SMA 12 jenis, dan dewasa serta lansia masing-masing menjalani 19 jenis screening.
"Yang mungkin agak beda adalah ada penyakit yang sudah kita identifikasi dulu tapi enggak pernah discreening sekarang banyak. Namanya penyakit jiwa," tambahnya.
Selain kesehatan mental, penyakit dengan prevalensi tertinggi yang terdeteksi dalam program ini adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi, diikuti oleh diabetes.
"Cek kesehatan harus dilakukan sejak dini. Kalau ketahuan misalnya gulanya tinggi, ya diobatin segera. Jangan didiemin. Karena kalau didiemin, nanti kena ginjal, mata, jantung, stroke," jelas Budi.
Program cek kesehatan gratis ini disebut sebagai salah satu langkah terbesar dalam sejarah pelayanan kesehatan di Indonesia.
Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan fasilitas ini guna mendeteksi penyakit lebih awal dan mencegah komplikasi yang lebih serius.