BREAKING NEWS
Selasa, 24 Maret 2026

9 Kasus MERS Terbaru di Arab Saudi, Kemenkes: Jemaah Harus Waspada!

Adelia Syafitri - Jumat, 16 Mei 2025 16:34 WIB
9 Kasus MERS Terbaru di Arab Saudi, Kemenkes: Jemaah Harus Waspada!
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA– Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan imbauan kepada seluruh jemaah haji asal Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV) selama menjalankan ibadah haji di Arab Saudi.

Imbauan ini disampaikan oleh Kepala Bidang Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kemenkes, Mohammad Imran, dalam keterangan resmi kepada media di Jakarta, Jumat (16/5/2025).

"Meskipun kasus MERS-CoV ini tidak banyak dan terkendali di Arab Saudi, namun para jemaah dan petugas haji harus selalu waspada," ujar Imran.

Menurut laporan terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan otoritas kesehatan Arab Saudi, terdapat sembilan kasus positif MERS-CoV yang terkonfirmasi antara 1 Maret hingga 21 April 2025.

Delapan kasus berasal dari Riyadh dan satu kasus dari Hail, dengan dua orang dinyatakan meninggal dunia.

Dari sembilan kasus tersebut, enam di antaranya adalah tenaga kesehatan yang tertular dari pasien di fasilitas layanan kesehatan—penularan yang dikategorikan sebagai infeksi nosokomial atau infeksi rumah sakit.

MERS-CoV dan Bahayanya

Imran menegaskan bahwa MERS-CoV merupakan penyakit serius yang menyerang saluran pernapasan, disebabkan oleh jenis virus corona yang berasal dari hewan, terutama unta sebagai inang alami virus.

Penularan juga bisa terjadi antar-manusia melalui droplet, seperti percikan saat batuk atau bersin.

"Gejala umumnya meliputi demam, batuk, dan sesak napas, yang bisa berkembang menjadi komplikasi berat," jelasnya.

Deteksi Dini dan Layanan Medis Siaga

Kemenkes memastikan bahwa Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Makkah dan Madinah telah disiapkan untuk memberikan pelayanan medis bagi jemaah yang menunjukkan gejala infeksi pernapasan.

Imran meminta agar seluruh jemaah haji segera melapor kepada petugas kesehatan haji jika merasakan gejala seperti demam, batuk, sakit tenggorokan, atau sesak napas.

Deteksi dini sangat penting untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.

"Langkah cepat dan tepat bisa menyelamatkan jiwa serta menjaga ibadah haji tetap lancar dan aman bagi seluruh jemaah," tegasnya.

Kemenkes juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan, memakai masker di kerumunan, menghindari kontak langsung dengan unta, serta menjaga daya tahan tubuh selama beribadah di Tanah Suci.*

(wh/a008)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru