KPK Panggil 7 ASN dalam Kasus Korupsi Bupati Pekalongan
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi menjadwalkan pemeriksaan terhadap tujuh aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Pekalongan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA -Mantan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden (82), dikabarkan mengidap kanker prostat ganas yang telah menyebar hingga ke tulang atau dikenal sebagai kanker prostat metastasis.
Informasi ini menyorot perhatian publik terhadap bahaya kanker prostat yang sering berkembang diam-diam dan baru terdeteksi saat sudah mencapai stadium lanjut.
Keluarga Biden tengah mempertimbangkan sejumlah opsi pengobatan yang disarankan oleh tim dokter. Kasus ini menjadi pengingat penting bagi pria, khususnya di atas usia 50 tahun, untuk mewaspadai risiko kanker prostat yang nyata.
Kanker prostat adalah pertumbuhan sel abnormal di kelenjar prostat, bagian dari sistem reproduksi pria. Dalam banyak kasus, kanker ini berkembang secara perlahan, namun dalam kondisi tertentu bisa bersifat agresif dan menyebar ke organ lain seperti tulang, hati, atau paru-paru.
Menurut Urology Care Foundation, kanker prostat metastasis paling sering menyebar ke kelenjar getah bening dan tulang, seperti yang terjadi pada Biden.
Meski penyebab pastinya belum diketahui secara jelas, para ahli kesehatan mengidentifikasi sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker prostat, yaitu:
Usia: Risiko meningkat drastis setelah usia 55 tahun.
Riwayat keluarga: Pria dengan anggota keluarga yang pernah mengidap kanker prostat, payudara, atau ovarium lebih rentan.
Etnis: Pria kulit hitam memiliki risiko lebih tinggi dan perkembangan kanker yang cenderung lebih agresif.
Obesitas dan gaya hidup tidak sehat: Kurang olahraga, konsumsi makanan tinggi lemak hewani, dan kebiasaan merokok juga menjadi pemicu.
Mutasi genetik: Mutasi pada gen BRCA1 dan BRCA2 turut meningkatkan risiko.
Pencegahan dan Deteksi Dini
Kabar tentang kondisi Biden dapat menjadi momentum bagi masyarakat, khususnya pria, untuk lebih peduli terhadap kesehatan prostat mereka. Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan antara lain:
Menjaga berat badan ideal
Mengadopsi pola makan sehat kaya sayur dan buah
Berolahraga secara rutin
Melakukan deteksi dini melalui tes PSA (Prostate-Specific Antigen)
Menghindari rokok dan pola hidup sedentari
Kanker prostat, jika terdeteksi sejak awal, memiliki peluang sembuh yang jauh lebih tinggi. Karena itu, edukasi dan kesadaran dini menjadi kunci utama dalam mencegah dan menanggulangi penyakit ini.*
(km/j006)
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi menjadwalkan pemeriksaan terhadap tujuh aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Pekalongan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Nilai tukar rupiah yang menembus level Rp17.100 per dolar Amerika Serikat dinilai masih berada dalam skenario yang telah disiapk
EKONOMI
JAKARTA Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada perdagangan Selasa, 7 April 2026, di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Mata uan
EKONOMI
JAKARTA Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid, menyambut kebijakan pemerintah yang memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsid
EKONOMI
PIDIE JAYA Universitas Muhammadiyah Aceh bekerja sama dengan Tim Puspanita Kulim Kedah, Malaysia, menyalurkan bantuan bagi siswa SD Muham
PENDIDIKAN
JAKARTA Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyiapkan 28 armada udara untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutl
NASIONAL
JAKARTA Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, Ahmad Muzani, mendesak negaranegara yang terlibat konflik di Timur Tengah untuk segera me
INTERNASIONAL
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mempercepat sertifikasi tanah milik daerah sekaligus menuntaskan aset bermasalah guna memperkua
NASIONAL
JAKARTA Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Suyudi Ario Seto mengusulkan pelarangan peredaran vape di Indonesia.Hal ini terkait
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA DPR RI melalui Komisi XIII menggelar rapat kerja dengan Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, di kompleks parlemen, Senayan
NASIONAL